Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital

5 hours ago 1

Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital

Petugas menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jogja memperkirakan sekitar 30% penduduk masih belum siap menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena kendala penguasaan teknologi. Kelompok ini didominasi warga lanjut usia yang belum terbiasa memanfaatkan perangkat digital.

Digitalisasi layanan administrasi kependudukan di Kota Jogja terus didorong. Namun, penerapan IKD dinilai belum dapat menjangkau seluruh masyarakat karena masih terdapat keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi, terutama pada kelompok usia lanjut.

Kepala Dukcapil Kota Jogja, Septi Sri Rejeki, mengatakan sekitar 30% penduduk diperkirakan masih mengalami kendala dalam penggunaan IKD.

"Prediksi kami sekitar 30% penduduk masih gaptek. Itu memang baru perkiraan, tetapi ada masyarakat yang benar-benar belum bisa menggunakan teknologi," katanya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Septi, kelompok usia di atas 70 tahun menjadi yang paling banyak mengalami kesulitan dalam menggunakan IKD. Mayoritas dari mereka tidak memiliki telepon genggam, mengalami kendala dalam penggunaan teknologi, atau menggunakan telepon genggam dengan spesifikasi lama yang tidak mendukung pemasangan aplikasi IKD.

Di sisi lain, kelompok penyandang disabilitas justru dinilai cukup aktif memanfaatkan layanan administrasi kependudukan secara digital.

"Kalau disabilitas malah aktif. Yang menjadi kendala justru warga yang sudah sepuh," ujarnya.

Untuk meningkatkan penggunaan IKD, Dukcapil Kota Jogja tidak hanya mengandalkan layanan jemput bola ke kampung-kampung. Masyarakat juga diundang datang langsung ke Balai Kota Jogja untuk mendapatkan pendampingan dalam proses aktivasi IKD.

Menurut Septi, pendekatan tersebut lebih efektif karena tidak semua warga yang diundang hadir ketika layanan administrasi kependudukan digelar di wilayah masing-masing.

"Kalau hanya jemput bola di kampung, yang diundang belum tentu datang. Karena itu kami juga mengundang masyarakat ke Balai Kota agar bisa didampingi," katanya.

Meski penggunaan IKD terus ditingkatkan, Septi menegaskan tidak semua penduduk dapat beralih sepenuhnya ke identitas digital. Dukcapil Kota Jogja tetap memberikan toleransi bagi kelompok masyarakat yang memang tidak memungkinkan menggunakan layanan tersebut, khususnya warga lanjut usia.

Ia menambahkan penggunaan IKD akan semakin penting karena masyarakat tidak lagi bergantung pada fotokopi KTP elektronik untuk mengakses berbagai layanan administrasi.

"Tahun depan juga akan ada edaran dari Menteri yang berkaitan dengan penerapan IKD, sehingga masyarakat kami dorong mulai beradaptasi sejak sekarang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news