Mantan Polisi Ditangkap, Dugaan Bunuh Istri di Tempat Wisata Populer Jeju

2 hours ago 2

Harianjogja.com, SEOUL— Seorang mantan anggota kepolisian yang tinggal di Seoul ditangkap aparat pada Selasa atas dugaan membunuh istrinya di Pulau Jeju atau destinasi wisata populer Korea Selatan. Pria tersebut diduga menikam sang istri hingga tewas di kediaman korban di Seogwipo saat keduanya tengah menjalani proses perceraian dan telah hidup terpisah.

Dilansir dari The Korea Herald Selasa (25/8/2026), tersangka ditangkap Kepolisian Seogwipo di Provinsi Gyeonggi pada Selasa sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Sebelumnya, keluarga pria tersebut sempat melaporkan dirinya hilang ke kantor polisi di Seoul.

Laporan orang hilang itu dibuat pada Minggu sekitar pukul 13.52. Saat itu, pria tersebut diketahui berdomisili di Seoul, sedangkan Guri di Provinsi Gyeonggi merupakan salah satu wilayah yang kerap dikunjunginya.

Polisi Temukan Korban di Rumah

Kepolisian Seoul kemudian meminta bantuan Kepolisian Guri di Provinsi Gyeonggi serta Kepolisian Seogwipo untuk menangani laporan tersebut. Penanganan itu akhirnya berkaitan dengan dugaan pembunuhan terhadap istri tersangka di Seogwipo.

Menurut kepolisian, tersangka diduga menikam istrinya hingga meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 19.00. Peristiwa tersebut berlangsung di kediaman korban di Seogwipo.

Sebelum korban ditemukan, petugas Kepolisian Seogwipo sempat mendatangi rumah tersebut. Polisi membunyikan bel pintu dan menyalakan sirine, tetapi memilih meninggalkan lokasi setelah tidak melihat adanya pergerakan dari dalam rumah.

Petugas kemudian kembali mendatangi rumah korban pada Senin sore. Saat tiba, polisi menemukan kaca jendela dalam kondisi pecah dan kemudian menerobos masuk ke dalam rumah.

Di dalam kediaman itu, polisi menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Pernah Bertugas di Jeju Selama Enam Tahun

Tersangka diketahui pernah menjadi anggota polisi di Pulau Jeju selama enam tahun sebelum memutuskan pensiun. Sejak tahun lalu, ia tinggal di Seoul dan hidup terpisah dari istrinya.

Kepolisian menduga dinamika proses perceraian yang sedang berlangsung menjadi pemicu aksi tersebut. Pihak berwenang berencana membawa tersangka untuk diperiksa di Jeju.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka dilaporkan tidak membantah tuduhan yang disangkakan kepadanya.

Penanganan Kasus Orang Hilang Jadi Sorotan

Kasus tersebut kemudian memicu kritik tajam dari masyarakat Korea Selatan terhadap kepolisian. Sorotan terutama diarahkan pada kegagalan aparat dalam melacak pergerakan tersangka dari Seoul hingga ke Jeju.

Kritik semakin menguat setelah muncul kasus lain yang melibatkan oknum anggota Polisi Jeju. Oknum tersebut diduga menutup sejumlah kasus orang hilang dengan menggunakan klaim palsu.

Baru-baru ini, terungkap bahwa seorang oknum polisi Jeju berinisial Bu diduga menutup penyelidikan atas hilangnya Jang Mi-ran, 37, tanpa terlebih dahulu memastikan keselamatan korban.

Jasad yang diduga kuat merupakan Jang Mi-ran akhirnya ditemukan pada Senin.

Tidak hanya kasus tersebut, penyelidikan juga menemukan kasus orang hilang lain yang sebelumnya ditutup oleh Bu dengan modus serupa. Dalam kasus itu, seorang pria berusia 60-an tahun yang menjadi subjek laporan orang hilang juga belakangan ditemukan dalam keadaan tewas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news