Paus Leo XIV Desak Dialog Kembali Dibuka di Timur Tengah

4 hours ago 1

Paus Leo XIV Desak Dialog Kembali Dibuka di Timur Tengah

Paus Leo XIV/instagram @kemenag\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Tanah Suci dan seluruh kawasan Timur Tengah dengan mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi di tengah meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut.

Seruan itu disampaikan Paus Leo XIV dalam khotbah Angelus pada Minggu (26/7/2026) di Castel Gandolfo. Dalam renungannya, ia mengaku terus memantau situasi di Tanah Suci dengan penuh keprihatinan karena eskalasi kekerasan yang masih berlangsung.

"Saya terus memantau dengan penuh keprihatinan kekerasan yang terus berlanjut dan semakin meningkat di Tanah Suci," kata Paus.

Paus Leo XIV juga menyoroti jatuhnya korban sipil dalam beberapa waktu terakhir, baik di Tepi Barat maupun di Gaza. Menurutnya, situasi tersebut semakin menegaskan pentingnya mengedepankan penyelesaian melalui dialog.

Ia menyerukan agar semua pihak kembali ke meja perundingan untuk mencapai solusi politik yang adil serta didasarkan pada martabat dan hak setara bagi setiap manusia.

Selain itu, Paus Leo XIV mendesak penghentian aksi militer lebih lanjut dan menolak keputusan yang diambil secara sepihak, terutama yang melanggar penghormatan serta status quo tempat-tempat suci dari setiap agama.

"Saya mendesak semua pihak yang terlibat untuk menghentikan serangan mereka dan segera membuka kembali jalan dialog dan diplomasi, sehingga perdamaian yang sangat diinginkan oleh seluruh wilayah dapat segera dicapai," ujar Paus Leo XIV.

Pesan Perdamaian pada Paskah 2026

Sebelumnya, pada perayaan Paskah April 2026, Paus Leo XIV juga menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengakhiri konflik bersenjata dan kembali menempuh jalan dialog melalui pesan Paskah 2026 yang disampaikan di Vatikan.

Dalam pesan Paskah di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo XIV menekankan bahwa dunia saat ini masih dilanda berbagai konflik dan kekerasan yang terus menelan korban. Ia meminta para pemimpin negara meninggalkan ambisi perang, penaklukan, dan dominasi.

Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta konflik yang masih berlangsung di Ukraina. Paus menilai kekerasan dan perang tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang normal dalam kehidupan manusia.

Mengutip homili Vigili Paskah yang disampaikan di Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV mengingatkan umat agar tidak menjadi kebal terhadap penderitaan yang disebabkan oleh perang. Ia menekankan pentingnya menjaga harapan serta memperjuangkan perdamaian di tengah situasi dunia yang diliputi konflik.

Paus Leo XIV menyatakan bahwa Paskah seharusnya menjadi momen refleksi, perdamaian, dan pembaruan spiritual bagi umat manusia. Namun, menurutnya, kenyataan di berbagai belahan dunia masih menunjukkan penderitaan akibat kekerasan dan peperangan.

Ia juga menyerukan kepada para pemimpin politik agar kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi damai atas berbagai konflik yang terjadi. Paus menilai dialog merupakan jalan utama untuk mengurangi kekerasan dan menghentikan spiral kebencian.

Pesan Paskah tahun ini menjadi salah satu pernyataan paling kuat dari Paus Leo XIV sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik. Paus yang berasal dari Amerika Serikat tersebut diketahui semakin vokal dalam menyuarakan perdamaian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news