Prabowo Tak Hadirkan Ketum Parpol, Ini Penjelasan Istana

1 day ago 7

Prabowo Tak Hadirkan Ketum Parpol, Ini Penjelasan Istana Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). ANTARA - Fathur Rochman

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto tidak menghadirkan para ketua umum partai politik koalisi dalam agenda retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang. Istana menyebut langkah itu sebagai upaya memperkuat soliditas Koalisi Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menjelaskan mayoritas ketua umum partai pendukung pemerintah saat ini juga menjabat sebagai menteri atau wakil menteri di Kabinet Merah Putih. Kondisi tersebut membuat peran mereka dalam pemerintahan sudah terwakili secara langsung.

Menurut Prasetyo, Presiden ingin menegaskan bahwa Koalisi Merah Putih bukan hanya soal pembagian jabatan, melainkan kerja sama politik yang solid demi memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif dan berkesinambungan.

Sebagian besar ketua umum partai politik yang tergabung dalam koalisi saat ini mengisi kursi Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jajaran ketua umum parpol yang mengisi kursi menteri itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono sebagai Wakil Menteri Sosial, dan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

"Itu kan bagian dari Beliau [Presiden Prabowo] ingin kita semua bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun yang belum memiliki kursi di parlemen. Kita ingin menunjukkan bahwa kita harus menjadi koalisi yang solid, karena dibutuhkanlah persatuan, dibutuhkanlah kerja sama untuk dapat mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di sela-sela retret di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa malam.

Pada sesi pembuka retret, yaitu saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo sempat menyinggung keberadaan ketua umum-ketua umum partai Koalisi pendukung pemerintahannya.

"Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada," kata Presiden.

"Di sini koalisi kita kuat ya," ujar Presiden dalam acara yang sama.

Kemudian, Presiden lanjut berkelakar saat menanyakan keberadaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. "Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo.

PKB, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo pada Pilpres 2024.

Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat Pilpres 2024 berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung PKB, PKS, dan Partai NasDem. Namun, selepas pilpres yang dimenangkan pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo.

Soliditas koalisi dinilai menjadi kunci stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran dalam merealisasikan agenda pembangunan nasional, termasuk menjaga persatuan politik pasca-Pilpres 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news