Newswire Sabtu, 05 September 2026 14:07 WIB

Presiden Prabowo Subianto. /BPMI Sekretariat Presiden-Muchlis.
Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan itu menjadi bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo mengenai penataan BUMN. Pemerintah ingin membangun struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, dan profesional.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Teddy, proses perampingan BUMN telah menghasilkan sejumlah penghematan bagi negara. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup, dengan efisiensi anggaran yang disebut mencapai Rp50 triliun.
Target Perampingan BUMN
Penataan tersebut belum berhenti. Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari proses restrukturisasi perusahaan negara.
Jika proses restrukturisasi berjalan sesuai target, efisiensi anggaran yang dihasilkan diproyeksikan mencapai Rp100 triliun.
Teddy mengatakan Presiden Prabowo menekankan agar proses penataan dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien sekaligus mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Pembahasan di Hambalang tidak hanya menyangkut restrukturisasi BUMN. Pemerintah juga membahas strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri melalui percepatan hilirisasi.
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi
Menurut Teddy, hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Proses tersebut juga diharapkan dapat memperkuat investasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.
“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” pungkasnya.
Pertemuan Prabowo dengan Bahlil, Rosan Roeslani, dan jajaran terkait berlangsung sehari setelah Presiden menyelesaikan agenda bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam agenda di Rusia tersebut, Indonesia dan Rusia membahas sejumlah peluang kerja sama. Bidang yang mendapat perhatian antara lain pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi.
Pertemuan di Hambalang kemudian menjadi bagian dari agenda Presiden setelah kembali dari Rusia, terutama untuk memastikan perkembangan kebijakan penataan BUMN dan program hilirisasi yang menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong efisiensi serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1
















































