Puluhan Siswa Sentolo Keracunan, MBG Jadi Dugaan Awal

1 hour ago 3

Puluhan Siswa Sentolo Keracunan, MBG Jadi Dugaan Awal Suasana Puskesmas Sentolo I mulai seperti biasa usai menangani keracunan makanan dengan jumlah pasien cukup banyak yang diduga diakibatkan dari MBG, Rabu (21/1/2026). Harian Jogja - Khairul Ma'arif.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Puluhan siswa PAUD hingga SD di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, mengalami keracunan massal yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala mulai muncul sejak Selasa (20/1/2026) sore hingga malam dan membuat para siswa berdatangan ke Puskesmas Sentolo I untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga Rabu (21/1/2026) pagi, petugas kesehatan masih menangani sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Kepala Puskesmas Sentolo I, Renny Lo, menyampaikan mayoritas pasien menunjukkan gejala muntah dan diare setelah mengonsumsi MBG.

“Korban mulai berdatangan sejak pukul 16.30 WIB Selasa (20/1/2026) sampai pagi tadi pun masih ada yang ditangani. Totalnya dari kemarin sampai tadi pagi yang ditangani di Puskesmas Sentolo I mencapai 68 siswa, dua sempat opname, tetapi sekarang sudah boleh pulang semua,” kata Renny kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Renny menjelaskan, 68 siswa tersebut berasal dari berbagai sekolah dengan jenjang pendidikan PAUD hingga SD. Hingga Rabu pagi, tidak ada laporan tambahan siswa bergejala keracunan yang datang ke Puskesmas Sentolo I.

“Ada siswa yang muntah sampai empat kali dan kami mendapatkan sampel muntahannya karena pasien berada di Puskesmas Sentolo I. Kami juga mengambil sampel feses dari siswa yang mengalami diare. Sampel yang kami ambil bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya karena berasal langsung dari pasien,” tegasnya.

Pengambilan sampel tersebut menjadi bagian penting untuk pendalaman penyebab keracunan massal. Renny memastikan seluruh pasien dapat tertangani dengan baik karena ketersediaan obat dinilai mencukupi bagi seluruh korban.

Menurut Renny, tren kasus keracunan massal mulai menunjukkan penurunan. Hingga Rabu siang, tidak ada lagi siswa yang dibawa ke Puskesmas Sentolo I dengan keluhan serupa.

“Semoga sudah reda. Kami juga menyebarkan Google Form untuk pengisian surveilans bagi siswa yang mengonsumsi MBG, dan pengisian diberikan waktu sampai sore nanti,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh pasien yang ditangani di Puskesmas Sentolo I tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit, meskipun skema rujukan telah disiapkan apabila diperlukan.

Dugaan sementara, kasus keracunan di Sentolo ini berkaitan dengan MBG yang dikonsumsi pada Selasa (20/1/2026). Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Susila Ningsih, menegaskan kepastian penyebab keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kepastiannya menunggu sampel makanan atau muntahan diperiksa dahulu,” ujarnya.

Susila Ningsih mengungkapkan, MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliagung, Sentolo. Pada Selasa (20/1/2026), menu MBG yang disajikan meliputi nasi putih, anggur, telur asam manis, tumis wortel buncis, dan tempe goreng. Selain itu, terdapat pula buah pear, kacang bawang, telur asin, serta roti abon gulung.

“Jumlah sekolah penerima MBG ada 37 sekolah dan siswa yang dirawat inap di Sentolo sudah stabil semua,” lanjut Susila Ningsih.

Ia menambahkan, penanganan kasus keracunan ini tidak hanya dilakukan di Puskesmas Sentolo I. Sejumlah siswa juga mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan lain, baik klinik maupun rumah sakit.

Susila merinci, siswa keracunan yang dirawat di RS Nyi Ageng Serang sebanyak 17 orang, RS Queen Latifah tujuh siswa, dan Klinik Pengasih Husada sembilan orang.

“Jumlah tersebut berdasarkan data rekapitulasi Rabu (21/1/2026) pukul 11.00 WIB,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa di RS Nyi Ageng Serang masih terdapat sembilan siswa yang menjalani opname dan terus mendapatkan perawatan medis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news