PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan seragam sekolah gratis Program Unggulan (Progul) Padang Juara kepada siswa kurang mampu di SMP Negeri 3 Padang, Senin (31/8/2026) pagi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di hadapan para siswa, majelis guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. Bantuan ini menjadi bagian dari kebijakan Pemko Padang untuk meringankan biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
Suasana penyerahan bantuan tampak penuh antusias. Para siswa penerima bantuan mengikuti kegiatan tersebut bersama rekan-rekan mereka. Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, bantuan seragam bukan sekadar pemberian perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah agar kebutuhan dasar peserta didik dapat terpenuhi sejak awal mereka menjalani proses pendidikan.
Di SMP Negeri 3 Padang, tercatat sebanyak 506 siswa yang mengikuti pendidikan pada tahun ajaran berjalan. Mereka terdiri atas 157 siswa kelas IX, 190 siswa kelas VIII, dan 159 siswa kelas VII. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 siswa ditetapkan sebagai penerima bantuan seragam sekolah gratis.
Fadly Amran mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk keberpihakan Pemko Padang kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pemerintah, kata dia, tidak ingin keterbatasan ekonomi menjadi alasan bagi seorang anak untuk tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan seragam sekolah gratis bertepatan dengan awal tahun ajaran baru bagi siswa SD dan SMP di Kota Padang. Program ini merupakan komitmen kita untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi,” ujar Fadly.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Kota Padang pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya dituntut menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan kebutuhan peserta didik dapat dipenuhi secara adil dan merata.
Ia berharap bantuan seragam tersebut dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi orang tua yang harus memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak. Dengan demikian, keluarga dapat mengalokasikan kemampuan ekonominya untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.
“Program ini bukan hanya soal seragam, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak untuk belajar dengan nyaman dan percaya diri,” katanya.
Fadly menambahkan, keberpihakan terhadap pendidikan harus diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurut dia, Pemko Padang akan terus mendorong berbagai kebijakan yang mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memberikan perlindungan bagi peserta didik dari keluarga yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan, penerima bantuan seragam gratis ditetapkan berdasarkan kriteria sosial ekonomi yang telah ditentukan pemerintah. Di antaranya adalah siswa dari keluarga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program tersebut diberikan kepada siswa kelas I SD/MI dan kelas VII SMP/MTs, baik sekolah negeri maupun swasta. Setiap siswa penerima memperoleh enam stel pakaian seragam lengkap.
“Enam stel seragam tersebut terdiri dari seragam wajib sekolah, pramuka, batik, olahraga, muslim atau muslimah, serta pakaian basiba dan taluk balango. Seluruh pembiayaan program ini bersumber dari APBD Kota Padang,” jelas Yopi.
Ia menambahkan, pemberian seragam lengkap diharapkan dapat membantu peserta didik memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah tanpa harus menambah beban pengeluaran keluarga. Di sisi lain, program ini juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk memastikan peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah dengan perlengkapan yang sesuai.
Yopi menegaskan, pelaksanaan program dilakukan dengan memperhatikan data dan kriteria penerima agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah, serta pihak terkait menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Harapan kita, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa sehingga mereka bisa lebih fokus belajar dan meraih prestasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, perhatian juga tertuju kepada dua siswa SMP Negeri 3 Padang, Gilang Okta Pratama dan Reyhan Nurres. Secara spontan, Fadly Amran memberikan reward kepada keduanya sebagai bentuk apresiasi atas aksi heroik yang mereka lakukan saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sekolah tersebut pada 17 Agustus 2026.
Kedua siswa itu sebelumnya memanjat tiang bendera untuk menyelamatkan tali yang terlepas ketika prosesi upacara berlangsung. Tindakan spontan tersebut mendapat apresiasi karena dilakukan demi memastikan pengibaran Sang Merah Putih tetap berjalan dengan baik.
Reward kepada Gilang dan Reyhan diberikan melalui Perumda Air Minum Kota Padang. Apresiasi itu sekaligus menjadi pesan bahwa keberanian, kepedulian, dan sikap bertanggung jawab yang ditunjukkan generasi muda patut mendapatkan penghargaan.
Bagi Pemko Padang, pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian akademik. Pembentukan karakter, keberanian, kepedulian sosial, kedisiplinan, serta rasa cinta terhadap bangsa juga merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.
Karena itu, momentum penyerahan seragam gratis di SMP Negeri 3 Padang tidak hanya menjadi agenda penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar, berprestasi, dan berani mengambil peran positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran, Kepala SMP Negeri 3 Padang Rika Susiwaty, serta majelis guru.
Melalui Progul Padang Juara, Pemko Padang menargetkan dukungan terhadap pendidikan tidak berhenti pada penyediaan seragam. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kebijakan pendidikan yang memberikan ruang tumbuh yang setara bagi seluruh anak, tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarga.
Dengan demikian, bantuan seragam gratis menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ketika kebutuhan dasar peserta didik dapat dipenuhi, orang tua memperoleh ruang bernapas, sementara anak-anak dapat melangkah ke sekolah dengan lebih percaya diri dan berkonsentrasi mengejar cita-cita.
Bagi 103 siswa SMP Negeri 3 Padang yang menerima bantuan, seragam-seragam tersebut kini bukan sekadar pakaian untuk dikenakan ke sekolah. Di balik bantuan itu terdapat harapan agar keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

21 hours ago
8


















































