Tekan Angka Stunting, Puskesmas Anak Air Perkuat Intervensi dari Masa Kehamilan

2 hours ago 3

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang melalui Puskesmas Anak Air terus memperkuat upaya penanganan stunting secara komprehensif di wilayah Kecamatan Koto Tangah. Penanganan tidak hanya dilakukan terhadap anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga diarahkan pada pencegahan sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak.

Upaya tersebut dilakukan melalui kombinasi pelayanan kesehatan, intervensi gizi, pendampingan keluarga, penguatan peran kader Posyandu, hingga pelayanan rujukan terpadu bagi anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, mengatakan pendekatan dari hulu menjadi salah satu strategi penting untuk memutus rantai stunting. Menurutnya, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang akan dilahirkan.

“Kami berusaha untuk mengintervensi dari hulunya, yaitu dari ibu hamil. Melalui inovasi Balek Lancah yang terus kami kembangkan, kami melibatkan seluruh keluarga dan masyarakat, termasuk suami, guna memastikan kesehatan ibu dan janin terkontrol dengan baik hingga proses persalinan,” ujar Marta Nofa saat ditemui di Puskesmas Anak Air, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan data hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 179 kasus anak mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Anak Air. Dari jumlah tersebut, 37 kasus yang memiliki kondisi kompleks telah mendapatkan tindakan rujukan langsung ke rumah sakit daerah maupun klinik untuk memperoleh penanganan lanjutan dari dokter spesialis.

Sementara itu, anak-anak lainnya mendapatkan asuhan gizi secara intensif sesuai kebutuhan. Intervensi juga dilakukan melalui pendistribusian Makanan Pendamping ASI (MPASI) serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal kepada keluarga sasaran.

Marta menjelaskan, penanganan stunting membutuhkan kesinambungan intervensi dan tidak dapat hanya mengandalkan pelayanan ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan. Karena itu, Puskesmas Anak Air memberikan perhatian terhadap ibu hamil yang mengalami kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) maupun anemia.

Pendampingan dilakukan oleh tenaga kesehatan sejak masa kehamilan untuk memastikan kondisi ibu dan janin terpantau. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah bayi lahir dengan kondisi yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

“Penanganan stunting tidak hanya berfokus pada balita yang sudah terdampak, tetapi juga dimulai sejak dini dari masa kehamilan. Ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis dan anemia kami dampingi secara aktif agar kondisi ibu dan janin dapat terkontrol,” jelasnya.

Puskesmas Anak Air juga menghadapi tantangan tersendiri karena karakteristik wilayah kerjanya yang berada di kawasan perlintasan dengan mobilitas penduduk cukup tinggi. Tingginya jumlah warga pendatang serta keberadaan ibu hamil usia muda menjadi sejumlah faktor yang membutuhkan perhatian khusus dari tenaga kesehatan.

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap kesehatan ibu dan anak harus dilakukan secara lebih intensif. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat, termasuk dengan kader Posyandu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

Marta mengatakan, salah satu perubahan penting yang berhasil dicapai adalah tidak adanya lagi persalinan yang dilakukan di rumah. Seluruh proses persalinan kini diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis guna memastikan keselamatan ibu dan bayi.

“Tantangan wilayah perlintasan dengan mobilitas warga yang tinggi serta banyaknya ibu hamil usia muda tentu menyimpan kerentanan tersendiri. Namun, berkat sinergi lintas sektor yang solid, pengawasan ketat, serta garda terdepan kader Posyandu, budaya persalinan di rumah kini sepenuhnya telah beralih ke persalinan medis yang aman,” katanya.

Dalam pelaksanaan program di lapangan, kader Posyandu menjadi salah satu unsur penting dalam mendeteksi anak kurus maupun balita yang memiliki risiko stunting. Kader melakukan pemantauan pertumbuhan anak dan melaporkan temuan yang membutuhkan perhatian kepada petugas kesehatan.

Anak yang teridentifikasi mengalami masalah pertumbuhan kemudian diarahkan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di Puskesmas Anak Air. Dengan mekanisme tersebut, kasus yang ditemukan di masyarakat dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Selain pemeriksaan kesehatan, intervensi gizi juga menjadi bagian penting dalam penanganan anak stunting. Program PMT lokal yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan dikelola oleh tenaga gizi Puskesmas Anak Air bersama mitra lokal.

Makanan yang diberikan disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak sasaran. Program tersebut tidak berhenti pada proses penyediaan makanan, tetapi juga memastikan makanan sampai kepada keluarga penerima manfaat.

Kader Posyandu berperan mengantarkan makanan bergizi tersebut langsung ke rumah-rumah sasaran setiap hari selama masa program berlangsung. Pola ini diharapkan membuat intervensi lebih tepat sasaran sekaligus memudahkan tenaga kesehatan dan kader dalam memantau perkembangan anak.

Namun, Marta mengakui bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan kesehatan dan makanan bergizi. Pola asuh keluarga masih menjadi salah satu tantangan yang harus terus mendapatkan perhatian.

Orang tua yang bekerja, misalnya, sering kali menitipkan anak kepada pengasuh atau anggota keluarga lainnya. Dalam kondisi tertentu, anak kemudian diberikan makanan selingan yang kurang bernutrisi. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi pola makan anak, termasuk menurunkan nafsu makan terhadap makanan utama yang memiliki kandungan gizi lebih baik.

Karena itu, edukasi kepada keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan stunting. Tenaga kesehatan tidak hanya memberikan intervensi berupa makanan tambahan, tetapi juga mendorong orang tua memahami pentingnya pola makan, pola asuh, kebersihan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Pelayanan yang diberikan Puskesmas Anak Air juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga, Afreni Erita, mengaku mendapatkan pendampingan yang sangat membantu ketika anaknya mengalami stunting.

Afreni mengatakan, petugas Puskesmas Anak Air tidak hanya memberikan pelayanan ketika anak berada di fasilitas kesehatan, tetapi juga membantu proses rujukan hingga pemantauan selama masa pemulihan.

“Kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas Anak Air. Anak kami dibantu dan dirujuk ke klinik spesialis anak. Petugas medis menjemput, mendampingi proses pengobatan sampai selesai, hingga diantar kembali ke rumah. Selama masa pemulihan, perhatian dan pemantauan dari Puskesmas terus berjalan,” ujar Afreni.

Menurut dia, pendampingan tersebut memberikan rasa aman bagi keluarga karena proses pengobatan anak tidak harus dijalani sendiri. Peran petugas kesehatan menjadi penting terutama ketika anak membutuhkan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.

Peningkatan kualitas layanan juga didukung dengan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap di Puskesmas Anak Air. Fasilitas tersebut antara lain laboratorium terpadu dan layanan ultrasonografi (USG), ditambah dukungan dokter serta bidan yang telah terlatih.

Dengan berbagai pendekatan tersebut, Puskesmas Anak Air berupaya menjadikan penanganan stunting sebagai kerja bersama yang melibatkan tenaga kesehatan, kader, keluarga, serta masyarakat.

Pemerintah Kota Padang pun mengajak masyarakat, terutama ibu hamil dan keluarga yang memiliki bayi maupun balita, untuk tidak menunggu munculnya masalah kesehatan baru kemudian mencari pertolongan.

Pemanfaatan Posyandu secara rutin, pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk mendeteksi risiko sejak dini.

Melalui penguatan intervensi dari masa kehamilan, peningkatan kualitas gizi, pelayanan rujukan, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat, penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat dan optimal, sekaligus membangun fondasi generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news