Jumali Jum'at, 11 September 2026 18:17 WIB

Foto ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.611 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,36% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp17.547 per dolar AS.
Penurunan tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada perdagangan Jumat. Pelemahan rupiah juga lebih dalam dibandingkan sejumlah mata uang Asia lain yang sama-sama terkoreksi terhadap dolar AS.
Rupiah Jadi yang Paling Tertekan
Dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang yang mencatat pelemahan cukup dekat dengan rupiah. Mata uang tersebut ditutup turun 0,3% terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat.
Di bawahnya, rupe India terkoreksi 0,27%, sedangkan peso Filipina melemah 0,26%. Ringgit Malaysia juga bergerak negatif, meskipun penurunannya relatif kecil, yakni 0,07%.
Pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan yang tidak hanya terjadi pada rupiah. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga kehilangan nilai terhadap dolar AS pada perdagangan yang sama.
Dengan pelemahan 0,36%, posisi rupiah berada di bawah beberapa mata uang Asia yang mengalami koreksi pada hari tersebut. Dolar Taiwan turun 0,3%, rupe India 0,27%, peso Filipina 0,26%, dan ringgit Malaysia 0,07%.
Won Korea Selatan Memimpin Penguatan
Di tengah tekanan terhadap sebagian mata uang Asia, beberapa mata uang justru bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tinggi di kawasan pada perdagangan Jumat, yakni naik 0,41%.
Penguatan berikutnya dicatat yen Jepang yang naik 0,13%. Baht Thailand juga menguat 0,11%, sedangkan dolar Singapura mengalami apresiasi sebesar 0,04%.
Yuan Tiongkok turut bergerak positif dengan kenaikan 0,03% terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong relatif stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat sore.
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Jika dibandingkan secara regional, pergerakan mata uang Asia pada Jumat menunjukkan arah yang beragam. Rupiah, dolar Taiwan, rupe India, peso Filipina, dan ringgit Malaysia berada di zona pelemahan, sedangkan won Korea Selatan, yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura, dan yuan Tiongkok mencatat penguatan.
Rupiah mencatat pelemahan terbesar di antara mata uang yang disebutkan, dengan penurunan 0,36% hingga ditutup pada Rp17.611 per dolar AS. Posisi tersebut sekaligus menjadi kinerja terburuk mata uang Asia pada perdagangan Jumat (11/9/2026).
Di sisi lain, won Korea Selatan mencatat kenaikan 0,41%, disusul yen Jepang 0,13% dan baht Thailand 0,11%. Dolar Singapura dan yuan Tiongkok masing-masing menguat 0,04% dan 0,03%, sementara dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat.
Kondisi tersebut membuat perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pergerakan nilai tukar di kawasan, termasuk rupiah yang pada penutupan perdagangan Jumat berada di level Rp17.611 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
7

















































