
Foto ilustrasi bahan bakar energi nabati atau biofuel. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Rusia memutuskan memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan pasokan bahan bakar di pasar domestik tetap terjaga sekaligus menjaga stabilitas harga.
Keputusan itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Sabtu (25/7) waktu setempat. Menurutnya, satuan tugas yang menangani kebijakan tersebut telah menyepakati perpanjangan larangan ekspor bagi seluruh pelaku usaha, baik produsen maupun nonprodusen.
"Terkait larangan ekspor bensin, satuan tugas yang bertanggung jawab telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut baik bagi produsen maupun non-produsen. Dengan begitu, larangan ini akan diperpanjang hingga akhir tahun ini," ujar Novak kepada para wartawan.
Sebelumnya, kebijakan larangan ekspor bensin Rusia dijadwalkan berakhir pada 31 Juli.
Larangan Ekspor Solar Segera Dicabut
Di sisi lain, Novak menyampaikan bahwa larangan ekspor bahan bakar solar atau diesel akan segera dicabut setelah kondisi pasar kembali normal.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar kilang-kilang minyak di Rusia tidak mengalami kendala operasional maupun harus mengurangi kapasitas produksi akibat kelebihan pasokan atau oversupply.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia telah memberlakukan pelarangan penuh ekspor bahan bakar diesel pada awal Juli guna meningkatkan ketersediaan pasokan di pasar domestik.
Rusia Mulai Impor Produk Minyak
Dalam rapat kabinet bersama Presiden Vladimir Putin, Novak juga mengungkapkan bahwa Rusia akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga bahan bakar di dalam negeri.
"Kami juga akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli dan meningkatkan volume produksi dengan menggunakan produk minyak yang memiliki kelas lingkungan lebih rendah," kata Novak.
Dampak Serangan Drone Ukraina
Kebijakan pembatasan ekspor bahan bakar juga dipengaruhi gangguan produksi di sejumlah kilang minyak Rusia. Serangan pesawat nirawak (drone) dari Ukraina terhadap beberapa fasilitas kilang menyebabkan sebagian operasional dihentikan sementara untuk menjalani pemeliharaan.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Rusia secara berkala menerapkan pembatasan ekspor guna memastikan pasokan bahan bakar di pasar domestik tetap tersedia dan kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































