
Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5 (Samsung)
Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan ponsel lipat premium memasuki babak baru setelah Apple resmi masuk ke segmen tersebut. Di tengah debut iPhone Duo, Samsung mengklaim semakin banyak pengguna iOS yang beralih ke seri Galaxy Z Fold8 dibandingkan generasi sebelumnya.
Juru bicara Samsung menyebut secara global persentase pengguna iOS yang berpindah ke seri Galaxy Z Fold8 yang diluncurkan pada Juli 2026 mencapai 1,6 kali dibandingkan perpindahan pada generasi Galaxy Z Fold7 dan Flip7.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang ingin ditonjolkan Samsung ketika Apple mulai menawarkan perangkat lipat pertamanya. Persaingan kini tidak hanya terjadi untuk mendapatkan pembeli baru, tetapi juga untuk menarik pengguna dari ekosistem smartphone pesaing.
Samsung Sudah Lebih Dulu Bermain di Ponsel Lipat
Samsung telah mengembangkan kategori ponsel lipat selama bertahun-tahun. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut memperkenalkan Galaxy Fold pertama pada 2019, atau sekitar tujuh tahun sebelum Apple akhirnya menghadirkan iPhone Duo.
Apple pada 9 September 2026 memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya. Perangkat tersebut menjadi salah satu peluncuran produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru Apple, John Ternus.
Masuknya Apple membuat persaingan di segmen premium semakin ketat. Samsung kini menghadapi pesaing yang memiliki basis pengguna iPhone dalam jumlah besar dan berpotensi memanfaatkan ekosistem Apple untuk mendorong adopsi perangkat lipat.
30 Persen Pembeli Flip8 Berasal dari Merek Pesaing
Samsung juga mengungkap perkembangan penjualan Galaxy Z Flip8 di Amerika Serikat. Sebanyak 30% pembeli Galaxy Z Flip8 di negara tersebut disebut sebelumnya menggunakan smartphone dari merek pesaing.
Sebagian besar konsumen yang berpindah tersebut bahkan merupakan pengguna yang baru pertama kali memiliki ponsel lipat. Data itu menunjukkan Galaxy Z Flip8 tidak hanya dipakai untuk mempertahankan pengguna lama, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi konsumen yang sebelumnya belum menggunakan perangkat foldable.
Untuk Galaxy Z Fold8, daya tarik yang banyak disebut pembeli adalah desain yang lebih tipis dan ringan. Layar bagian dalam juga menjadi salah satu alasan karena memberikan ruang lebih luas untuk menjalankan beberapa aktivitas sekaligus dan menikmati konten.
Sementara itu, pembeli Galaxy Z Fold8 Ultra lebih tertarik pada ukuran layarnya yang luas. Ruang kerja tambahan tersebut dinilai memberikan pengalaman yang memungkinkan pengguna tidak perlu mengandalkan tablet terpisah untuk kebutuhan tertentu.
Samsung Pangkas Hambatan Pengguna iPhone
Selain mengandalkan perangkat keras, Samsung juga berusaha membuat proses perpindahan dari iPhone ke Galaxy menjadi lebih mudah. Perusahaan memperbarui Smart Switch sehingga pengguna iPhone dapat memulai transfer data secara nirkabel dengan memindai kode QR yang ditampilkan pada perangkat Galaxy.
Dengan metode baru tersebut, pengguna iPhone yang memakai perangkat dan sistem operasi yang memenuhi persyaratan tidak perlu memasang aplikasi Smart Switch terlebih dahulu di iPhone. Samsung menyediakan proses transfer melalui koneksi nirkabel setelah kode QR dipindai menggunakan kamera iPhone.
Data yang dapat dipindahkan mencakup berbagai informasi penting, termasuk kontak, foto, video, kalender, pesan, file, catatan, aplikasi tertentu, serta sejumlah pengaturan perangkat. Samsung juga menjelaskan bahwa dukungan data dapat berbeda bergantung pada perangkat dan sistem operasi yang digunakan.
Bagi calon pengguna Galaxy yang sebelumnya memakai iPhone, kemudahan migrasi ini menjadi bagian penting dalam proses perpindahan perangkat. Hambatan untuk membawa data dari ekosistem lama dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum konsumen memutuskan berganti perangkat.
Apple Diproyeksikan Langsung Jadi Pemain Besar
Meski Samsung masih menjadi pemain utama, proyeksi pasar menunjukkan masuknya Apple dapat mengubah peta industri ponsel lipat dengan cepat. Counterpoint Research pada Juli 2026 memperkirakan Samsung tetap memimpin pasar foldable global dengan pangsa 32% tahun ini.
Dalam proyeksi yang sama, Apple diperkirakan mampu meraih 25% pangsa pasar pada tahun pertamanya memasuki segmen tersebut. Huawei diperkirakan menguasai 24%, disusul Motorola 8% dan HONOR 3%.
Counterpoint juga memperkirakan pengiriman smartphone lipat global pada 2026 tumbuh 21% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan terhadap perangkat lipat premium, persaingan produsen yang semakin kuat, serta masuknya Apple ke kategori tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Counterpoint memperkirakan Samsung tetap menjadi pemimpin pasar foldable pada 2026, tetapi angka proyeksi pangsanya dapat berbeda sesuai pembaruan periode riset. Pada pembaruan September, misalnya, Samsung diperkirakan menguasai 38% pasar dan Apple 25%, dengan Huawei 22%.
Persaingan tersebut membuat kemampuan Samsung mempertahankan pengguna lama sekaligus menarik pengguna dari ekosistem lain menjadi semakin penting. Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 kini harus berhadapan langsung dengan iPhone Duo ketika Apple mulai membangun pijakan di pasar ponsel lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
7

















































