Harianjogja.com, JOGJA—Ketabahan Nabi Nuh menjadi inspirasi hidup David Steward, pengusaha asal Missouri yang sukses membangun kerajaan bisnis teknologi bernilai ratusan triliun rupiah.
David mengakui bahwa nilai hidup Nabi Nuh, terutama saat menghadapi cemoohan masyarakat saat membangun bahtera besar, menjadi kompas utama dalam kariernya. Keteguhan hati sang nabi yang tetap menyelesaikan tugas meski dianggap aneh oleh sekitarnya, menginspirasi David untuk tetap fokus pada ambisinya.
"Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledekmu. Mereka sering bersuara dan sok menilai bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi itu," ujar Steward kepada Forbes, dikutip Jumat (16/1/2026).
Inspirasi dari kisah Nabi Nuh ini bukan tanpa alasan. David Steward, yang lahir pada 2 Juli 1951, tumbuh besar di tengah kemiskinan dan kebijakan segregasi rasial. Diskriminasi dan ejekan sudah menjadi bagian dari masa kecilnya sebagai warga kulit hitam di AS.
Pada awal 1990-an, David memutuskan meninggalkan pekerjaan kantoran yang stabil demi mewujudkan idenya. Ia mendirikan World Wide Technology (WWT), sebuah perusahaan penyedia layanan teknologi informasi (TI) untuk korporasi besar.
Mirip dengan narasi Nabi Nuh yang membangun perahu saat belum ada tanda-tanda banjir, David membangun WWT ketika sektor layanan TI masih sangat asing bagi publik. Banyak pihak meragukan dan mencemooh usahanya. Namun, David tetap yakin bahwa internet dan teknologi digital akan menjadi "bahtera" masa depan.
Keyakinan tersebut terbukti benar seiring terjadinya revolusi digital. Kini, WWT menjadi mitra strategis bagi banyak perusahaan global. Kesuksesan bisnis ini mengantarkan kekayaan pribadi David Steward mencapai US$11,4 miliar atau setara Rp184,6 triliun menurut catatan Forbes.
Kisah David Steward membuktikan bahwa prinsip spiritual dan keteguhan hati dapat menjadi fondasi kuat dalam mencapai kesuksesan di dunia profesional modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 days ago
7















































