PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam memberikan dukungan terhadap atlet penyandang disabilitas yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional. Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima audiensi orang tua atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (17/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran memberikan dukungan moril sekaligus materil kepada 10 atlet asal Kota Padang yang akan memperkuat kontingen Sumatera Barat (Sumbar) pada ajang olahraga nasional bagi penyandang disabilitas intelektual tersebut.
Pertemuan itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung harapan dan persiapan para atlet melalui orang tua mereka. Di sisi lain, kehadiran para orang tua juga memperlihatkan besarnya dukungan keluarga yang menjadi bagian penting dalam perjalanan para atlet menuju panggung kompetisi nasional.
Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Iskandar, Asisten Administrasi Umum Setdako Padang Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa.
Fadly Amran mengatakan Pemko Padang memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang akan berjuang membawa nama Kota Padang dan Sumatera Barat dalam Pesonas II 2026.
Menurutnya, keikutsertaan para atlet tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
“Pemko Padang mendukung anak-anak kita yang akan berjuang membawa nama Kota Padang dan Sumatera Barat di ajang Pesonas. Dukungan ini merupakan komitmen Pemko Padang dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet penyandang disabilitas untuk berkembang dan berprestasi,” kata Fadly.
Ia menilai keberadaan atlet penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian yang sama dalam pengembangan olahraga di daerah. Pemerintah, kata dia, berkewajiban menciptakan lingkungan yang inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Karena itu, Fadly meminta para atlet tidak menjadikan tekanan pertandingan sebagai beban. Ia justru mendorong mereka tampil lepas, berani dan percaya diri sehingga dapat mengeluarkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.
“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri. Raih prestasi terbaik dan harumkan nama Kota Padang serta Sumatera Barat di tingkat nasional,” ujarnya.
Pesonas II 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13-18 Oktober 2026. Ajang tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi atlet penyandang disabilitas intelektual dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Anggota DPRD Kota Padang Iskandar mengatakan, kontingen Sumbar dijadwalkan membawa sebanyak 27 atlet dalam ajang tersebut. Dari jumlah itu, 10 atlet di antaranya berasal dari Kota Padang.
Kesepuluh atlet Kota Padang tersebut merupakan peraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024. Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus tiket bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan ke level nasional.
“Kontingen Sumbar dijadwalkan membawa 27 atlet ke Pesonas, dengan 10 atlet di antaranya berasal dari Kota Padang yang merupakan peraih medali emas dalam ajang PeSODa Sumbar 2024,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan Pesonas merupakan ajang kompetisi bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia (SOIna). Kompetisi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pertandingan dan perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan yang mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Menurut Iskandar, Pesonas II 2026 juga memiliki arti strategis karena menjadi salah satu tahapan untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games di Santiago, Chile, pada 2027.
Dengan demikian, penampilan para atlet di Kupang tidak hanya membawa misi daerah, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk melangkah lebih jauh ke pentas internasional.
Iskandar menambahkan, cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pesonas cukup beragam. Di antaranya atletik, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket, bocce, futsal, senam ritmik, bola tangan, bola voli, hingga tari daerah.
Rangkaian Pesonas juga tidak berhenti pada kompetisi olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan Kongres Nasional Keluarga dan Pemuda SOIna, pelatihan kepemimpinan atlet, jaringan dukungan keluarga, seni budaya, serta gerakan revolusi inklusi.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Special Olympics memiliki misi yang lebih luas dalam membangun kemandirian, kepercayaan diri, kepemimpinan, dan partisipasi sosial penyandang disabilitas.
Bagi Kota Padang, keberangkatan 10 atlet tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan olahraga yang inklusif. Pemerintah daerah berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi tambahan semangat bagi para atlet dan keluarga dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Di balik persiapan menuju Kupang, terdapat perjuangan panjang para atlet dan orang tua yang mendampingi mereka. Karena itu, dukungan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan para atlet dapat bertanding dengan rasa percaya diri dan membawa semangat bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Fadly pun berharap perjuangan para atlet Kota Padang di Pesonas II 2026 dapat menghasilkan prestasi membanggakan sekaligus menginspirasi masyarakat luas.
Keikutsertaan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang bersama yang terbuka bagi semua, tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan setiap individu.

22 hours ago
7


















































