Jumali Senin, 20 Juli 2026 17:07 WIB

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Tim bulu tangkis Indonesia mengawali perjuangan di China Open 2026 dengan mengirimkan 12 wakil yang akan bertanding di seluruh sektor. Turnamen BWF Super 1000 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, pada 21-26 Juli 2026 itu menjadi ajang penting bagi Merah Putih untuk melanjutkan tren positif setelah meraih hasil menjanjikan dalam beberapa turnamen terakhir.
Sorotan terbesar mengarah kepada pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Datang sebagai juara bertahan sekaligus unggulan kedua, pasangan Indonesia tersebut membawa kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan ganda nomor satu dunia asal Korea Selatan pada final Japan Open 2026.
Fajar/Fikri akan memulai langkah mereka di Changzhou dengan menghadapi pasangan tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, pada babak pertama.
Kemenangan di laga pembuka menjadi penting untuk menjaga peluang mempertahankan gelar sekaligus melanjutkan momentum positif yang sudah dibangun sejak pekan lalu.
Keberhasilan mereka di Japan Open membuat ekspektasi publik bulu tangkis Indonesia meningkat. Apalagi kemenangan atas Kim Won-ho/Seo Seung-jae menunjukkan bahwa Fajar/Fikri mampu bersaing dengan pasangan terbaik dunia.
Selain Fajar/Fikri, Indonesia juga memiliki harapan dari pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Mereka akan menghadapi wakil Malaysia Junaidi Arif/Kang Khai Xing pada babak pertama.
Sementara pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mendapat tantangan dari wakil Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen.
Di sektor tunggal putra, perhatian tertuju kepada Jonatan Christie yang berstatus unggulan keempat.
Ia akan mengawali turnamen dengan menghadapi pebulu tangkis Jepang Yudai Okimoto.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk membuktikan konsistensinya di level Super 1000 sekaligus membuka peluang melangkah jauh di turnamen bergengsi ini.
Rekan senegaranya, Alwi Farhan, menghadapi ujian yang tidak kalah berat.
Pebulu tangkis muda Indonesia itu akan berhadapan dengan pemain India Ayush Shetty pada babak pembuka.
Di sektor tunggal putri, harapan Indonesia bertumpu pada Putri Kusuma Wardani yang menempati unggulan keenam.
Putri akan menghadapi wakil Denmark Line Hojmark Kjaersfeldt dalam pertandingan pertamanya.
Sektor ganda putri juga menghadapi tantangan besar sejak awal turnamen.
Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum kembali bertemu unggulan kedua asal Tiongkok Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.
Sementara Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari langsung berhadapan dengan juara Japan Open 2026 asal Korea Selatan, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong.
Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi juga mendapat lawan tangguh dari Jepang, Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto.
Persaingan sengit juga menanti wakil Indonesia di sektor ganda campuran.
Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah langsung ditantang unggulan keempat asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.
Sedangkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu akan menghadapi Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.
Adapun Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja bertemu pasangan Skotlandia Alexander Dunn/Julie Macpherson.
Daftar Wakil Indonesia di China Open 2026
Tunggal Putra
- Jonatan Christie (Unggulan 4)
- Alwi Farhan
Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani (Unggulan 6)
Ganda Putra
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Unggulan 2)
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Ganda Putri
- Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
- Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
- Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi
Ganda Campuran
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
- Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
China Open 2026 menjadi salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender BWF karena berstatus Super 1000. Dengan total hadiah mencapai US$2 juta atau sekitar Rp36 miliar, setiap pertandingan diperkirakan berlangsung ketat karena diikuti para pemain terbaik dunia.
Babak 32 besar berlangsung pada 21-22 Juli, dilanjutkan dengan babak 16 besar, perempat final, semifinal, hingga partai puncak pada Minggu (26/7/2026).
Hasil pertandingan pada pekan ini akan menjadi indikator penting untuk melihat kesiapan para wakil Indonesia menghadapi rangkaian turnamen besar berikutnya. Dukungan publik Tanah Air diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk membawa pulang gelar dari Changzhou.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

17 hours ago
6

















































