Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 22:57 WIB

Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Grup musik Kahitna membagikan rahasia yang membuat mereka tetap bertahan dan solid selama hampir empat dekade berkarya di industri musik Indonesia. Menurut para personelnya, kekompakan bukan berarti tanpa perbedaan pendapat, melainkan kemampuan untuk saling menerima, bersyukur, dan menjaga identitas musik yang telah dibangun sejak awal.
Vokalis Kahitna, Hedi Yunus, mengatakan perbedaan pandangan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam sebuah kelompok yang beranggotakan banyak orang. Selain sembilan personel, Kahitna juga didukung manajemen dan kru yang terlibat dalam setiap aktivitas mereka.
"Kalau yang namanya perbedaan pendapat, perbedaan isi kepala, suami istri yang cuma dua orang saja bisa bercerai. Ini kita sembilan orang, ditambah manajemen dan kru, jadi memang wajar kalau ada perbedaan pendapat," kata Hedi saat ditemui di Jakarta, Minggu (2/8).
Menurut Hedi, perjalanan panjang selama 40 tahun membuat seluruh personel semakin memahami karakter satu sama lain. Mereka kini lebih mampu menerima kekurangan masing-masing sehingga berbagai perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.
"Sekarang kami sudah sampai pada titik menerima kekurangan satu sama lain, menerima kondisi yang ada," ujarnya.
Rasa Syukur Jadi Kekuatan Bertahan
Selain saling memahami, Hedi menilai rasa syukur menjadi fondasi penting yang membuat Kahitna tetap eksis sejak berdiri pada 1986. Ia menyadari tidak banyak grup musik yang mampu bertahan puluhan tahun sekaligus tetap aktif tampil di berbagai panggung.
"Di saat band kita udah berumur personelnya hampir kebanyakan udah 57, 58, 59 tahun kan tidak mudah untuk bisa main di pensi-pensi sebulan bisa dapat job minimal 15. Maksudnya kita masih harus tetap mensyukuri perjuangan yang sudah kita lakukan dari dulu dan sekarang," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan vokalis Kahitna, Mario Ginanjar. Ia mengungkapkan bahwa seluruh personel selalu diingatkan untuk mensyukuri kesempatan yang masih dimiliki sebagai musisi.
Menurut Mario, apa yang dialami Kahitna saat ini merupakan impian banyak pelaku musik. Karena itu, rasa lelah tidak boleh menghilangkan rasa syukur atas perjalanan yang telah mereka capai.
"Kadang kita mengeluh capek, tapi kemudian diingatkan lagi bahwa apa yang kita jalani sekarang adalah impian banyak orang," ujar Mario.
Tetap Setia pada Identitas Musik
Mario juga menilai konsistensi dalam mempertahankan karakter musik menjadi salah satu faktor yang membuat Kahitna tetap dicintai pendengar di tengah perubahan tren industri musik.
Ia mengatakan Kahitna tidak mudah mengikuti arus hanya karena genre tertentu sedang populer. Selama konsep tersebut tidak sesuai dengan identitas grup, mereka memilih tetap mempertahankan ciri khas yang telah dibangun selama ini.
"Walaupun nanti akan ada dari pihak-pihak yang bilang 'bikin (musik) ini dong lagi ngetren' tapi kalau itu dirasa bukan jati diri kita ya kita akan dengan halus menolak," katanya.
Menurut Mario, sikap konsisten tersebut menjadi alasan Kahitna masih memiliki tempat di industri musik Indonesia dan terus mendapat dukungan dari para penggemarnya hingga kini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































