Airlangga Sebut Insentif EV Dikaitkan dengan Kendaraan Nasional

3 hours ago 1

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah masih mematangkan skema insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang direncanakan akan bergulir pada 2026 ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan industri mobil dan motor listrik nasional.

Menurut Airlangga, insentif tidak hanya ditujukan untuk mendorong penjualan kendaraan listrik, akan tetapi juga memperkuat ekosistem industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri.

"Program ini nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional, atau motor nasional," kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan pemerintah masih mengkaji berbagai skema pemberian insentif. Hingga kini belum ada keputusan final mengenai bentuk, besaran, maupun waktu pelaksanaan program tersebut.

Pemerintah ingin memastikan kebijakan yang diterapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan kendaraan listrik sekaligus mempercepat pengembangan industri EV nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Mei 2026 mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif yang ditargetkan mencakup 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik sepanjang tahun ini.

Untuk kendaraan roda dua listrik, pemerintah memperkirakan besaran insentif mencapai Rp5 juta per unit. Sementara itu, nilai insentif untuk mobil listrik hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum diumumkan secara resmi.

Di sisi lain, tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle atau BEV) pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit.

Jumlah tersebut meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan permintaan kendaraan listrik di pasar domestik terus menguat.

Sementara itu, populasi sepeda motor listrik hingga Februari 2026 tercatat mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Pemerintah berharap insentif yang tengah disiapkan saat ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif nasional melalui pengembangan mobil dan motor listrik yang secara khusus dari buatan dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news