Parkir Liar di Terowongan Mal Panakkukang, (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memerintahkan penindakan tegas terhadap praktik parkir liar yang diduga dibekingi oknum tertentu di sejumlah titik strategis kota.
Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum dalam urusan parkir yang merugikan masyarakat dan mengganggu ketertiban lalu lintas.
Munafri yang akrab disapa Appi meminta Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, untuk mengungkap dan menertibkan praktik parkir liar hingga ke akar persoalan, termasuk pihak-pihak yang berada di belakangnya.
“Saya minta didata siapa-siapa yang ada backing-nya, siapa yang membekingi. Kalau memang melanggar, kita selesaikan. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegas Appi.
Sejumlah titik yang selama ini menjadi sorotan di antaranya Jalan Pengayoman dan Boulevard, khususnya kawasan Mal Panakkukang. Di lokasi tersebut, parkir liar dinilai kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Appi menegaskan penertiban tidak akan berhenti pada teguran semata. Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim gabungan yang melibatkan Perumda Parkir, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur TNI dan Polri untuk melakukan penindakan terpadu dan berkelanjutan.
Selain kawasan pusat perbelanjaan, Appi juga menyoroti parkir liar di Jalan Nusantara, terutama di jalur keluar Tol menuju Pelabuhan Makassar, serta di Jalan Teuku Umar yang sering dipenuhi truk-truk besar parkir sembarangan.
“Ekspedisi dan truk besar parkir seenaknya, ini merusak wajah kota dan memperparah kemacetan. Tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengelola pusat perbelanjaan dan kawasan usaha agar tidak lepas tangan terhadap dampak parkir di sekitar wilayahnya.
Menurutnya, harus ada itikad baik untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan ketertiban.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkot Makassar akan memperkuat sarana penindakan di lapangan, termasuk penambahan alat gembok kendaraan serta personel pengawasan agar penertiban parkir liar dapat berjalan konsisten dan efektif.
Sebelumnya, Praktik parkir liar terus terjadi di Terowongan Mal Panakkukang, Kota Makassar, meski terus ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Perumda Parkir Makassar.
Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menyebut persoalan tersebut tidak berdiri sendiri dan diduga kuat melibatkan aktor berpengaruh di baliknya.
ARA mengungkapkan, semrawutnya parkir di kawasan terowongan itu sulit ditertibkan karena adanya pihak tertentu yang mengendalikan aktivitas di lapangan.
“Ada orang besar di balik parkir liar di terowongan Mal Panakkukang. Tidak ada yang berani tertibkan itu,” ujar ARA, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan terowongan berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan bersama pihak PD Parkir, kata dia, telah melakukan langkah penertiban, namun praktik parkir liar kerap kembali terjadi.
“Terowongan itu didrive oleh Dishub bersama HPH. Kami sudah turun, dan saat kami turun memang tidak ada. Tapi pertanyaannya, siapa yang ada di belakangnya? Itu yang tidak pernah terungkap,” katanya.
Menurut ARA, indikasi keterlibatan oknum semakin kuat ketika pihaknya melakukan penertiban namun Juru Parkir Liar (Jukir) tidak ada di lokasi.
“Pada saat rapat disepakati untuk turun melalui penertiban itu Jukir masih beroperasi, tapi ketika kita turun orangnya tidak ada artinya mereka tahu kalau kita mau turun. Kalau begitu, berarti pemain disini,” tegasnya.
ARA juga menyinggung adanya dinamika internal dan eksternal dalam pengelolaan parkir di Makassar. Ia menyebut terdapat oknum-oknum yang bergerak mengambil keuntungan di lapangan.
“Mereka berkeliaran dan mengambil uang. Ini bukan hal baru, ada oknum-oknum di dalamnya,” ungkapnya.
Ia mengakui, upaya penertiban kerap dihadapkan pada tekanan dan resistensi. Bahkan, konflik di lapangan maupun dalam forum resmi kerap terjadi.
“Kadang kami harus berhadapan langsung dengan mereka. Kondisinya serba salah,” kata ARA.

















































