Jenazah korban keempat diserahkan ke Bidokkes Polda Sulsel (Dok. Dwiki)KabarMakassar.com — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar kembali menyerahkan satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Penyerahan ini menjadi penyerahan jenazah keempat yang dilakukan Basarnas sejak operasi pencarian dan evakuasi korban berlangsung di wilayah pegunungan Bulusaraung.
Jenazah tersebut tiba di pos post mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dengan menggunakan ambulans TNI berpelat nomor 83019-XIV. Proses penyerahan berlangsung dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dan unsur medis, Kamis (22/1).
Berdasarkan pantauan di lokasi, ambulans yang membawa satu kantong jenazah tiba sekitar pukul 23.43 WITA. Petugas yang telah bersiaga langsung membuka pintu belakang ambulans dan mengangkat kantong jenazah secara perlahan. Jenazah kemudian dibawa masuk ke ruang identifikasi post mortem untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Penyerahan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi kemanusiaan yang dilakukan Basarnas bersama tim SAR gabungan dalam menangani korban kecelakaan pesawat di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Basarnas telah menyerahkan sejumlah kantong jenazah, baik berupa body part maupun jenazah, sebagai bagian dari proses identifikasi korban.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan bahwa penyerahan kali ini merupakan penyerahan jenazah keempat kepada pihak Biddokkes. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing instansi.
“Jenazah hari ini berarti, yang ke empat saya serahkan kepada kabidokes,” ujar Yudhi Bramantyo usai prosesi penyerahan.
Terkait identitas korban yang baru diserahkan, Yudhi menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan tim DVI Biddokkes Polda Sulsel. Menurutnya, Basarnas hanya bertugas melakukan pencarian, evakuasi, dan penyerahan korban.
“Saya gak mau, besok tentang siapa ini, itu kewenangan, tanya kabidokes,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa satu kantong jenazah yang diserahkan malam ini merupakan hasil evakuasi dari lokasi penemuan di kawasan pegunungan Bulusaraung. Evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel.
“Satu, malam ini satu, mudah mudahan besok siang kita bisa evakuasi lima lagi,” ujarnya.
Yudhi menambahkan, hingga saat ini total korban yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan berjumlah enam orang. Dari jumlah tersebut, empat korban telah diserahkan kepada tim Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Sampai saat ini 6,” ucapnya singkat.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan korban dilakukan secara profesional dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Proses identifikasi terhadap jenazah yang telah diserahkan akan dilakukan oleh tim DVI Biddokkes Polda Sulsel melalui tahapan medis dan forensik. Hasil identifikasi nantinya akan disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku.
Operasi SAR kecelakaan pesawat di Pegunungan Bulusaraung hingga kini masih terus berlanjut. Tim SAR gabungan masih mempersiapkan upaya evakuasi lanjutan terhadap lima korban lainnya yang masih berada di lokasi penemuan dengan memperhitungkan kondisi cuaca, medan ekstrem, serta keselamatan seluruh personel di lapangan.

















































