Blok Masela Akhirnya Bergerak, Hambatan 28 Tahun Mulai Terurai

18 hours ago 9

Blok Masela Akhirnya Bergerak, Hambatan 28 Tahun Mulai Terurai

Ilustrasi Proyek LNG Abadi, Blok Masela./YouTube Sekretariat Kabinet\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Proyek LNG Abadi Blok Masela yang tertunda selama hampir tiga dekade akhirnya memasuki tahap pembangunan. Pemerintah menyebut penyelesaian berbagai persoalan mendasar menjadi faktor utama yang memungkinkan proyek strategis sektor energi tersebut mulai direalisasikan pada 2026.

Penyelesaian status kawasan hutan, perizinan, ganti rugi kepada masyarakat, hingga pelibatan warga dalam pengembangan proyek menjadi sejumlah pekerjaan besar yang harus dituntaskan sebelum pembangunan dapat dimulai. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan penerimaan devisa negara pada masa mendatang.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan penyelesaian proyek yang tertunda selama 28 tahun bukanlah pekerjaan yang mudah. Pemerintah terlebih dahulu harus mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai akar persoalan yang menghambat pengembangannya.

"Untuk Masela itu bagaimana kita bisa menyelesaikan untuk jangka waktu 28 tahun, ini memang bukan pekerjaan yang gampang, kita harus melihat akar permasalahan terlebih dulu," ujar Yuliot kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebelum menghadiri Sidang Kabinet Paripurna.

Menurut Yuliot, salah satu hambatan utama yang dihadapi pemerintah adalah penyelesaian status kawasan hutan yang harus dialihkan agar proyek dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jadi akar permasalahannya adalah yang pertama penyelesaian status kawasan hutan yang harus dialihkan," katanya.

Selain persoalan kawasan hutan, pemerintah juga harus menuntaskan berbagai aspek perizinan yang berkaitan dengan proyek LNG Abadi Blok Masela sebelum memasuki tahap pembangunan.

"Kemudian, itu ada masalah perizinan-perizinan yang kita selesaikan," ujarnya.

Pemerintah juga menghadapi persoalan sosial yang harus diselesaikan di lapangan. Menurut Yuliot, penyelesaian ganti rugi kepada masyarakat serta memastikan keterlibatan warga dalam pengembangan proyek menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses percepatan pembangunan.

"Ya kemudian ada ganti rugi kepada masyarakat, ada keterlibatan masyarakat dalam proses Masela itu kita selesaikan semua," katanya.

Setelah seluruh persoalan tersebut diselesaikan, proses pembangunan proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya dapat dimulai dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi pada saat itu sudah selesai, maka proses penyelesaiannya itu bisa berjalan sampai diresmikan oleh Presiden untuk pelaksanaan pembangunan," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan proyek Gas Abadi Masela yang tertunda selama 28 tahun akhirnya bergerak setelah pemerintah mengambil berbagai langkah percepatan penyelesaian.

Presiden juga mengungkapkan dirinya meminta kepastian komitmen investasi dari perusahaan Jepang, Inpex, saat melakukan kunjungan kerja ke Tokyo. Kepastian komitmen tersebut dinilai penting mengingat proyek LNG Abadi Blok Masela memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Keberhasilan memulai pembangunan proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan investasi di sektor energi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan penerimaan devisa negara melalui pengelolaan sumber daya gas alam Indonesia secara optimal.

Pembangunan LNG Abadi Blok Masela menjadi salah satu proyek strategis yang telah lama dinantikan. Dengan dimulainya tahap pelaksanaan pembangunan, pemerintah berharap pengembangan proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news