Harianjogja.com, JOGJA—Bukan Qatar, Singapura menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi di Asia berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF) 2026.
Data IMF dalam World Economic Outlook April 2026 yang dihimpun Worldometer menunjukkan PDB per kapita Singapura mencapai USD107.758. Angka tersebut menempatkan negara kota itu di posisi teratas Asia.
Di bawah Singapura terdapat Makau dengan USD76.446 dan Israel dengan USD69.804. Qatar yang dalam sejumlah daftar sebelumnya kerap berada di posisi teratas kini berada di peringkat keempat dengan PDB per kapita USD68.138.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ukuran ekonomi suatu negara tidak cukup dilihat dari besarnya total PDB. Jumlah penduduk juga menjadi faktor penting ketika ukuran yang digunakan adalah PDB per kapita.
Apa Itu PDB per Kapita?
Produk Domestik Bruto atau PDB merupakan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu perekonomian selama periode tertentu.
Sementara itu, PDB per kapita diperoleh dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk. Indikator ini sering digunakan untuk melihat ukuran ekonomi rata-rata yang terkait dengan setiap penduduk.
Namun, PDB per kapita bukan berarti setiap warga negara menerima uang sebesar angka tersebut.
Angka tersebut merupakan hasil pembagian secara statistik. Karena itu, PDB per kapita tidak secara langsung menunjukkan distribusi pendapatan, tingkat kemiskinan, atau daya beli setiap masyarakat.
Data yang digunakan dalam daftar ini merupakan PDB nominal, sehingga masih dipengaruhi harga dan nilai tukar yang berlaku. Angka tersebut juga belum memperhitungkan perbedaan biaya hidup antarnegara.
10 Besar PDB per Kapita Asia 2026
Berdasarkan proyeksi IMF April 2026, berikut 10 negara atau wilayah di Asia dengan PDB per kapita nominal tertinggi.
1. Singapura — USD107.758
Singapura menempati posisi pertama dengan PDB per kapita USD107.758.
Negara ini tidak memiliki cadangan minyak dan gas sebesar negara-negara Teluk, tetapi berkembang sebagai pusat keuangan, perdagangan, logistik, dan bisnis internasional.
Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil dan aktivitas ekonomi bernilai tinggi, PDB per kapita Singapura berada jauh di atas sebagian besar negara Asia.
2. Makau — USD76.446
Makau berada di peringkat kedua dengan PDB per kapita USD76.446.
Wilayah administratif khusus China tersebut memiliki perekonomian yang sangat terkait dengan pariwisata dan industri kasino. Karena jumlah penduduknya relatif kecil, aktivitas ekonomi yang besar menghasilkan PDB per kapita yang tinggi.
3. Israel — USD69.804
Israel menempati peringkat ketiga dengan PDB per kapita USD69.804.
Perekonomiannya ditopang berbagai sektor bernilai tambah tinggi, termasuk teknologi, layanan, dan industri berbasis inovasi.
4. Qatar — USD68.138
Qatar berada di posisi keempat dengan PDB per kapita USD68.138.
Negara Teluk ini memiliki sumber daya energi yang besar, terutama gas alam. Populasi yang relatif kecil dibandingkan nilai ekonomi yang dihasilkan ikut membuat PDB per kapitanya tinggi.
Posisi Qatar sekaligus menjadi salah satu koreksi penting terhadap daftar yang sebelumnya menyebut negara tersebut sebagai nomor satu di Asia. Berdasarkan proyeksi IMF April 2026, Qatar berada di bawah Singapura, Makau, dan Israel.
5. Hong Kong — USD59.640
Hong Kong menempati posisi kelima dengan PDB per kapita USD59.640.
Sebagai salah satu pusat keuangan dan perdagangan internasional, Hong Kong memiliki aktivitas ekonomi dengan nilai tinggi meskipun wilayah dan jumlah penduduknya relatif terbatas.
6. Uni Emirat Arab — USD54.214
Uni Emirat Arab berada di peringkat keenam dengan PDB per kapita USD54.214.
Minyak dan gas masih menjadi bagian penting perekonomian, tetapi UEA juga mengembangkan sektor perdagangan, pariwisata, keuangan, transportasi, dan properti.
7. Siprus — USD45.409
Siprus berada di posisi ketujuh dengan PDB per kapita USD45.409.
Negara yang terletak di kawasan Mediterania Timur tersebut masuk dalam daftar 10 besar Asia versi pembagian kawasan yang digunakan Worldometer dan data IMF.
8. Taiwan — USD42.103
Taiwan berada di posisi kedelapan dengan PDB per kapita USD42.103.
Industri teknologi dan semikonduktor menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Taiwan. Posisi tersebut juga menunjukkan peran industri bernilai tambah tinggi dalam membentuk PDB per kapita.
9. Arab Saudi — USD37.811
Arab Saudi menempati posisi kesembilan dengan PDB per kapita USD37.811.
Perekonomian Arab Saudi masih memiliki hubungan kuat dengan sektor energi, tetapi pemerintah juga terus mendorong diversifikasi melalui agenda pembangunan dan investasi di luar minyak.
10. Korea Selatan — USD37.412
Korea Selatan melengkapi 10 besar dengan PDB per kapita USD37.412.
Perekonomian negara tersebut ditopang industri manufaktur, teknologi, otomotif, elektronik, dan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki jaringan bisnis global.
Dengan demikian, Brunei yang disebut dalam naskah awal tidak masuk 10 besar. Negara tersebut berada di posisi ke-11 dengan PDB per kapita USD36.288. Jepang berada di posisi ke-12 dengan USD35.703.
Indonesia Ada di Posisi Berapa?
Indonesia berada di peringkat ke-30 dalam daftar Asia berdasarkan PDB per kapita nominal versi proyeksi IMF 2026.
PDB per kapita Indonesia diproyeksikan mencapai USD5.362.
Angka tersebut masih berada di bawah Malaysia, Thailand, Turki, China, dan sejumlah negara Asia lainnya. Namun, posisi Indonesia berubah drastis apabila yang digunakan adalah total PDB.
Dengan PDB nominal sekitar USD1,54 triliun, Indonesia menjadi ekonomi terbesar keenam di Asia.
Di atas Indonesia terdapat China dengan USD20,85 triliun, Jepang USD4,38 triliun, India USD4,15 triliun, Korea Selatan USD1,93 triliun, dan Turki USD1,64 triliun.
Posisi tersebut menempatkan Indonesia di atas Arab Saudi yang memiliki PDB sekitar USD1,39 triliun.
Mengapa Indonesia Besar tetapi PDB per Kapitanya Lebih Rendah?
Perbedaan antara kedua indikator tersebut terutama berkaitan dengan jumlah penduduk dan ukuran ekonomi.
Indonesia memiliki populasi hampir 288 juta jiwa dalam proyeksi IMF 2026. Dengan ekonomi yang besar tetapi jumlah penduduk yang juga sangat besar, nilai PDB ketika dibagi berdasarkan jumlah penduduk menghasilkan angka per kapita yang jauh lebih rendah dibandingkan negara atau wilayah dengan populasi kecil.
Kondisi ini terlihat jelas jika Indonesia dibandingkan dengan Singapura.
Singapura memiliki PDB nominal sekitar USD659,57 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. Namun, PDB per kapitanya mencapai USD107.758, sedangkan Indonesia USD5.362.
Artinya, ekonomi terbesar tidak selalu berarti memiliki PDB per kapita tertinggi.
PDB Tinggi Belum Tentu Berarti Semua Warga Sejahtera
PDB per kapita sebaiknya dibaca sebagai indikator ekonomi rata-rata, bukan ukuran langsung kesejahteraan setiap individu.
Sebuah negara dapat memiliki PDB per kapita tinggi tetapi tetap menghadapi persoalan ketimpangan pendapatan, biaya hidup mahal, atau kesenjangan akses terhadap layanan publik.
Sebaliknya, negara dengan PDB per kapita lebih rendah juga dapat memiliki sejumlah indikator sosial yang relatif baik.
Karena itu, untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat secara lebih utuh, PDB per kapita perlu dibaca bersama indikator lain seperti kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, inflasi, daya beli, pendidikan, kesehatan, dan Indeks Pembangunan Manusia.
Daftar IMF 2026 pada akhirnya memperlihatkan dua wajah perekonomian Asia.
Singapura berada di puncak ketika ukuran yang digunakan adalah PDB per kapita. Namun, China tetap menjadi ekonomi terbesar di kawasan berdasarkan total PDB, sementara Indonesia menempati posisi keenam.
Perbedaan tersebut penting bagi pembaca karena istilah “negara terkaya” dapat memiliki makna berbeda. Jika yang dimaksud adalah ukuran ekonomi per penduduk, Singapura berada di posisi teratas. Jika yang dilihat adalah keseluruhan ukuran ekonomi, China masih menjadi raksasa Asia dan Indonesia berada di kelompok ekonomi terbesar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
3
















































