Direktur RSUD Saras Adyatma, Tri Wahyuni sedang menyampaikan materi dalam Forum Konsultasi Publik di Aula rumah sakit setempat, Selasa (8/9/)./ Istimewa
BANTUL— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula rumah sakit setempat, Selasa (8/9/2026). Forum dengan tema “Keunggulan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Penguatan Jejaring Rujukan di RSUD Saras Adyatma” tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Forum tersebut menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama adalah Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), Puspita Sari, yang menyampaikan materi bertajuk “Jangan Tunggu Darurat, Kenali Sinyal Bahaya Kehamilan Sejak Dini”. Sementara itu, narasumber kedua adalah Dokter Spesialis Anak, Weny Irwiyanto.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, Tri Wahyuni, mengatakan FKP merupakan amanah regulasi bagi unit pelayanan publik untuk secara kontinu menjaring aspirasi masyarakat serta mengevaluasi kesesuaian pelayanan yang diberikan dengan standar yang telah ditetapkan.
“FKP ini untuk mengetahui apakah pelayanan publik yang kita terapkan sudah sesuai standar pelayanan atau belum. Ini kita evaluasi terus untuk memperkuat pelayanan publik,” katanya.
Yuyun, sapaan akrab Tri Wahyuni, mengatakan dari hasil FKP yang berlangsung sekitar dua jam tersebut masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki, baik dalam pelayanan maupun proses rujukan pasien.
Menurutnya, sistem rujukan merupakan proses yang kompleks karena melibatkan sejumlah layanan di rumah sakit. Penanganan dapat dimulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), kemudian kamar bersalin, hingga ruang operasi apabila pasien membutuhkan tindakan pembedahan.
“Rujukan itu kompleks, melibatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat, kamar bersalin, ruang operasi jika memang pasien harus operasi dan sebagainya,” ujarnya.
Selama ini, Yuyun mengakui kapasitas tempat tidur di IGD kerap penuh oleh pasien. Kondisi tersebut menjadi salah satu masukan dalam FKP untuk memperbaiki alur pelayanan dan memastikan pasien mendapatkan penanganan secara cepat.
“Ini sebagai masukan bagi kami untuk diperbaiki. Kami akan menggunakan layanan fast track yang lebih baik, komunikasinya jadi satu. Ketika ada pasien datang ke IGD, maka ruang penanganan lainnya harus siap. Misalnya perlu operasi, harus segera siap,” katanya.
Ia berharap perbaikan sistem tersebut dapat mempercepat koordinasi antarunit sehingga kebutuhan pasien dapat segera ditindaklanjuti. Penguatan jejaring rujukan juga dinilai penting agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, dapat berlangsung secara lebih terintegrasi.
Melalui FKP, RSUD Saras Adyatma juga membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap pelayanan rumah sakit. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat diakomodasi dengan lebih baik. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
4

















































