Kalah di Laga Perdana, PSS Sleman Diminta Lebih Kuasai Bola

4 hours ago 3

Kalah di Laga Perdana, PSS Sleman Diminta Lebih Kuasai Bola

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra ditemui pada Sabtu (8/8/2026) malam./Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman langsung melakukan evaluasi setelah menelan kekalahan dari Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027. Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Huistra adalah kemampuan PSS dalam mengontrol permainan melalui penguasaan bola.

Menurutnya, PSS harus mampu tampil lebih dominan ketika menguasai bola. Hal tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperbaiki agar permainan tim ke depan tidak hanya bertumpu pada upaya bertahan menghadapi tekanan lawan.

"Jadi, evaluasinya adalah kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Kita masih harus menjadi lebih baik, terutama dalam mendominasi penguasaan bola," kata Huistra pada Selasa (8/9/2026).

Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan penting bagi PSS setelah pertandingan melawan Bali United. Huistra juga masih menunggu kembalinya beberapa pemain yang sebelumnya absen.

Kembalinya para pemain tersebut dinilai bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi Huistra dalam menentukan komposisi tim pada pertandingan berikutnya.

"Kita juga masih harus mengembalikan beberapa pemain ke dalam tim. Jadi, kita masih punya beberapa opsi tersisa," tuturnya.

Meski mengakui masih banyak yang harus diperbaiki, Huistra tidak sepenuhnya kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai intensitas permainan PSS sudah cukup baik ketika menghadapi Bali United yang disebutnya sebagai tim berkualitas.

PSS dinilai mampu bertahan dalam tekanan dan tetap berjuang hingga pertandingan berakhir. Namun, bagi Huistra, kemampuan tersebut belum cukup karena timnya tetap harus meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.

"Secara keseluruhan, intensitas permainan sudah bagus. Bali adalah tim yang bagus. Kita tetap bertahan di dalam permainan, kita terus berjuang, dan itu hal yang bagus, tapi kita harus bermain lebih baik dari itu. Itu sudah pasti," tegasnya.

Kekalahan tersebut juga tidak dianggap Huistra sebagai ancaman terhadap mental para pemain PSS. Pelatih asal Belanda itu menilai skuadnya memiliki karakter yang cukup kuat untuk segera bangkit setelah hasil negatif.

Huistra menyebut kombinasi pemain berpengalaman di dalam skuad menjadi salah satu modal PSS untuk melewati kekalahan tersebut.

"Tidak [berpengaruh], saya pikir para pemain cukup tangguh. Kami punya kombinasi pemain yang bagus. Kami punya pemain-pemain berpengalaman," ujarnya.

Menurut Huistra, para pemain memahami bahwa kekalahan merupakan bagian dari sepak bola. Hal yang lebih penting setelah mengalami kekalahan adalah bagaimana tim merespons dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.

"Mereka tahu bahwa dalam sepak bola, terkadang Anda kalah, dan mudah-mudahan kita lebih sering menang. Tapi jika kalah, Anda harus bangkit. Itulah sepak bola," imbuh Huistra.

Dengan evaluasi tersebut, PSS memiliki sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum menjalani pertandingan berikutnya. Selain meningkatkan dominasi penguasaan bola, kembalinya pemain yang masih absen juga diharapkan memberikan Huistra lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi.

Bagi PSS, hasil buruk pada pertandingan pertama belum menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan diri. Namun, evaluasi Huistra menunjukkan bahwa tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut masih harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin meraih hasil lebih baik pada laga-laga selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news