Dominasi Spanyol di Nominasi Pelatih Terbaik Ballon dOr 2026, Kompany Wakil Belgia

3 hours ago 3

Dominasi Spanyol di Nominasi Pelatih Terbaik Ballon dOr 2026, Kompany Wakil Belgia

Luis Enrique - Reuters/Carl Recine

Harianjogja.com, JOGJA— Sepak bola Spanyol kembali mendominasi panggung dunia. Dalam daftar nominasi pelatih pria terbaik tahun ini pada ajang penghargaan Ballon d'Or 2026, empat dari lima nama yang masuk berasal dari Spanyol.

Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh sekolah kepelatihan negeri matador dalam kancah sepak bola global.

Kelima nominasi diumumkan penyelenggara melalui akun X resmi pada Selasa (8/9/2026). Penghargaan tersebut memberikan apresiasi atas performa terbaik sepanjang musim 2025/2026. Dari deretan nama yang masuk, hanya satu yang bukan berasal dari Spanyol—Vincent Kompany dari Belgia yang sukses membawa Bayern Munich meraih tiga gelar domestik.

Empat Nama Spanyol, Satu dari Belgia

Keempat pelatih Spanyol yang masuk nominasi adalah Luis Enrique dari Paris Saint-Germain (PSG), Luis de la Fuente yang menangani timnas Spanyol, Mikel Arteta dari Arsenal, serta Unai Emery yang membawa Aston Villa meraih prestasi penting. Masing-masing memiliki catatan prestasi yang membuat mereka layak masuk dalam daftar kandidat terbaik dunia.

Satu-satunya pelatih non-Spanyol yang masuk nominasi adalah Vincent Kompany. Pelatih asal Belgia tersebut sukses mengantarkan Bayern Munich meraih tiga gelar domestik pada musim 2025/2026. Kehadiran Kompany di tengah dominasi Spanyol menjadi bukti bahwa kualitas kepelatihan tidak mengenal batas geografis.

Luis Enrique: Kandidat Terkuat dengan Dua Trofi Liga Champions

Luis Enrique menjadi salah satu kandidat terkuat setelah kembali membawa PSG meraih kesuksesan besar di level Eropa. Menurut L'Équipe, pelatih asal Spanyol itu berpeluang mempertahankan penghargaan pelatih terbaik setelah mengantarkan PSG menjuarai Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun. Prestasi ini membuat Enrique kembali menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam perebutan penghargaan bergengsi tersebut.

Keberhasilan membawa PSG menjuarai kompetisi antarklub tertinggi Eropa dua musim berturut-turut bukanlah pencapaian yang mudah. Enrique berhasil mengubah PSG yang sebelumnya dikenal sebagai tim dengan koleksi bintang namun kerap gagal di Eropa, menjadi mesin kemenangan yang sulit dihentikan. Taktik dan manajemen pemain yang diterapkannya menjadi kunci kesuksesan ini.

Luis de la Fuente: Sang Juara Dunia dengan Rekor Sempurna

Nama Luis de la Fuente juga memiliki modal kuat untuk memenangi penghargaan setelah sukses membawa timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia. Penampilan Spanyol sepanjang turnamen sangat impresif. Tim asuhan De la Fuente hanya kebobolan satu gol hingga berhasil menjadi juara—sebuah catatan pertahanan yang nyaris sempurna di ajang paling prestisius sepak bola dunia.

Catatan musim 2025/2026 turut memperkuat pencapaiannya. De la Fuente mencatatkan 14 kemenangan dan empat hasil imbang tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Rekor tak terkalahkan ini menjadi salah satu faktor yang membuat namanya masuk dalam nominasi. Bagaimana tidak, membawa timnas Spanyol yang sebelumnya sempat kehilangan dominasinya menjadi juara dunia dengan catatan kebobolan satu gol adalah pencapaian luar biasa yang sulit ditandingi.

Mikel Arteta: Sang Pemecah Kebuntuan Arsenal

Mikel Arteta melengkapi dominasi pelatih Spanyol setelah membawa Arsenal meraih gelar Premier League 2025/2026. Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Arsenal yang telah lama haus trofi domestik. Tidak hanya sukses di kompetisi domestik, Arteta juga mengantarkan Arsenal melaju hingga final Liga Champions—sebuah pencapaian yang mengembalikan kejayaan The Gunners di kancah Eropa.

Kombinasi prestasi di Inggris dan Eropa membuat Arteta menjadi salah satu kandidat kuat untuk memenangkan penghargaan Pelatih Pria Terbaik Ballon d'Or 2026. Keberhasilannya membangun tim yang kompetitif dengan skuad muda berbakat menjadi nilai tambah bagi Arteta dalam persaingan memperebutkan penghargaan ini.

Unai Emery: Raja Liga Europa dengan Gelar Kelima

Kandidat asal Spanyol terakhir adalah Unai Emery. Bersama Aston Villa, Emery berhasil meraih gelar Liga Europa kelimanya—sebuah catatan yang memperkuat reputasinya sebagai pelatih paling sukses di kompetisi tersebut. Pencapaian ini semakin memperkuat reputasinya di kompetisi Eropa dan menjadikannya salah satu kandidat yang patut diperhitungkan.

Dengan pengalaman dan koleksi trofi yang dimilikinya, Emery membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Membawa Aston Villa, yang sebelumnya bukan tim favorit, meraih gelar Eropa adalah bukti kualitas kepelatihan yang dijalaninya.

Vincent Kompany: Satu-satunya Non-Spanyol dengan Tiga Gelar Domestik

Vincent Kompany menjadi satu-satunya pelatih non-Spanyol dalam nominasi tersebut. Bersama Bayern Munich, Kompany berhasil mengantarkan klub Jerman itu meraih tiga gelar domestik pada musim 2025/2026. Bayern sukses menjuarai Bundesliga, DFB-Pokal, dan Supercup—sebuah treble domestik yang sempurna.

Catatan statistik Kompany juga menjadi salah satu keunggulannya. Ia mencatatkan 46 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan sepanjang musim. Angka ini menunjukkan dominasi Bayern di bawah asuhan Kompany yang hampir sempurna. Meskipun hanya meraih gelar domestik, konsistensi dan dominasi yang ditunjukkan Kompany layak mendapatkan apresiasi di level global.

Siapa yang Akan Menang?

Persaingan memperebutkan gelar Pelatih Pria Terbaik Ballon d'Or 2026 diprediksi berlangsung sengit. Luis Enrique dengan dua trofi Liga Champions, Luis de la Fuente dengan gelar Piala Dunia dan rekor tak terkalahkan, Mikel Arteta dengan gelar Premier League dan final Liga Champions, Unai Emery dengan gelar Liga Europa kelima, serta Vincent Kompany dengan treble domestik—semua memiliki argumen kuat untuk menjadi yang terbaik.

Dominasi pelatih Spanyol dalam daftar nominasi ini menunjukkan bahwa sekolah kepelatihan Spanyol masih menjadi yang terbaik di dunia. Keempat pelatih Spanyol tersebut tidak hanya sukses di klub-klub besar, tetapi juga mampu mengangkat tim-tim yang sebelumnya tidak diunggulkan menjadi pesaing serius di kompetisi tertinggi. Penghargaan Ballon d'Or 2026 akan menjadi ajang pembuktian siapa di antara mereka yang layak dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news