Harianjogja.com, JOGJA—Xiaomi semakin serius membawa bisnis mobil listriknya ke pasar Eropa. Setelah mengirimkan lebih dari 700.000 kendaraan di China sejak 2024, Xiaomi Auto menggandeng delapan grup dealer Jerman sebagai bagian dari persiapan ekspansi pada 2027.
Kesepakatan tersebut diumumkan dalam ajang IFA Berlin 2026. Melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), delapan grup dealer itu akan menjadi bagian dari persiapan jaringan penjualan dan layanan purnajual Xiaomi Auto di Jerman.
Langkah tersebut menjadi perkembangan penting bagi Xiaomi karena Jerman akan menjadi salah satu pasar Eropa yang disasar perusahaan dalam ekspansi bisnis otomotifnya.
Gandeng Dealer Berpengalaman
Delapan grup dealer yang menandatangani kerja sama dengan Xiaomi Auto adalah Ernst Dello, Autohaus Dinnebier, Emil Frey Germany, Fett & Wirtz Automobile, Hahn Automobile, LUEG Mobility, Penske-Jacobs Innovation, dan SPT Avior.
Xiaomi memilih mitra yang telah lama berkecimpung dalam industri otomotif Jerman dan Eropa. Sejumlah di antaranya memiliki pengalaman menangani merek-merek kendaraan premium.
LUEG Mobility, misalnya, memiliki sejarah panjang sebagai salah satu dealer Mercedes-Benz di Jerman. Sementara itu, Emil Frey merupakan salah satu grup dealer otomotif besar di Eropa.
Bagi Xiaomi, keberadaan mitra lokal tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun jaringan penjualan dan layanan sebelum mobil listriknya resmi dipasarkan di Eropa.
Namun, kerja sama tersebut masih merupakan tahap awal. Xiaomi belum mengumumkan secara rinci jumlah outlet yang akan dibuka, harga kendaraan, maupun tanggal peluncuran penjualan di Jerman.
Jerman Jadi Pintu Masuk Xiaomi
Xiaomi Auto sebelumnya telah mengumumkan rencana memasuki Jerman dan sejumlah pasar Eropa lainnya pada 2027.
Persiapan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi Xiaomi tidak hanya mengandalkan pengiriman kendaraan dari China. Perusahaan juga mulai membangun infrastruktur lokal yang dibutuhkan untuk mendukung konsumen setelah kendaraan dipasarkan.
Pusat riset dan pengembangan Xiaomi di Munich menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut.
Fasilitas R&D di Jerman diproyeksikan mendukung pengembangan bisnis otomotif Xiaomi di Eropa. Keberadaan tim lokal juga dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar sekaligus menghadapi persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku di kawasan tersebut.
Dengan demikian, Xiaomi tidak sekadar membawa produk yang sudah sukses di China, tetapi juga mempersiapkan fondasi bisnis untuk ekspansi jangka panjang.
SU7 dan YU7 Jadi Modal di China
Bisnis otomotif Xiaomi berkembang cepat sejak kendaraan pertamanya dikirimkan kepada konsumen pada Maret 2024.
Menurut data yang disampaikan perusahaan, jumlah kendaraan yang telah dikirimkan di China daratan kini telah melampaui 700.000 unit.
Keluarga sedan listrik SU7 menyumbang lebih dari 500.000 pengiriman. Sementara itu, SUV listrik YU7 juga mendapatkan respons kuat di pasar domestik.
Meski demikian, Xiaomi belum memastikan model mana yang akan dipasarkan di Eropa pada 2027.
Hal tersebut membuat spesifikasi, harga, dan pilihan kendaraan Xiaomi untuk konsumen Eropa masih menjadi salah satu informasi yang dinantikan.
Tantangan Tidak Ringan
Masuk ke pasar Eropa bukan perkara mudah bagi Xiaomi.
Perusahaan akan berhadapan dengan produsen yang telah memiliki sejarah panjang di kawasan tersebut, seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz. Di segmen kendaraan listrik, Xiaomi juga akan menghadapi persaingan dari Tesla serta produsen kendaraan listrik asal China yang lebih dahulu berekspansi.
Regulasi juga menjadi tantangan penting.
Uni Eropa telah menerapkan bea tambahan terhadap kendaraan listrik buatan China setelah investigasi antisubsidi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi strategi harga Xiaomi ketika produknya mulai dipasarkan di kawasan tersebut.
Karena itu, keberhasilan Xiaomi di China belum otomatis menjamin kesuksesan di Eropa.
Perusahaan harus membuktikan bahwa produk, harga, layanan purnajual, serta jaringan distributornya mampu memenuhi ekspektasi konsumen Eropa.
Ujian Besar Dimulai pada 2027
Dengan menggandeng delapan grup dealer Jerman, Xiaomi kini telah memasuki tahap yang lebih konkret dalam persiapan ekspansi otomotifnya.
Jaringan tersebut akan menjadi salah satu komponen penting untuk memperkenalkan merek Xiaomi kepada konsumen Eropa sekaligus menyediakan dukungan layanan setelah kendaraan terjual.
Namun, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, terutama mengenai model yang akan dibawa ke Eropa, harga jual, jumlah lokasi penjualan, dan waktu peluncuran secara lebih spesifik.
Jika mampu menjawab tantangan tersebut, Xiaomi berpeluang memperluas kesuksesan bisnis otomotifnya dari China ke pasar global.
Tahun 2027 pun akan menjadi ujian penting bagi Xiaomi Auto. Setelah membangun basis pelanggan besar di China dalam waktu relatif singkat, perusahaan kini harus membuktikan apakah formula yang sama dapat bekerja di pasar otomotif Eropa yang memiliki karakter konsumen dan regulasi berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
3
















































