Suasana Bandara Sultan Hasanuddin, (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Rute Makassar–Cengkareng tercatat sebagai jalur penerbangan terpadat selama periode Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Data lalu lintas udara yang dirilis PT Angkasa Pura menunjukkan rute tersebut mendominasi pergerakan penumpang dibandingkan tujuan lainnya.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai, menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi sementara Posko Nataru, rute Cengkareng mencatat total 65.817 penumpang. Angka ini jauh melampaui rute Surabaya dengan 26.601 penumpang dan Kendari sebanyak 15.315 penumpang.
“Rute Makassar–Cengkareng masih menjadi yang paling padat selama periode Nataru, baik dari sisi frekuensi penerbangan maupun jumlah penumpang,” ujar Minggus, Selasa (23/12).
Berdasarkan data pembaruan per 22 Desember 2025, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin tercatat sebanyak 219 pergerakan. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 239 pergerakan. Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang, dari 35.735 penumpang pada 2024 menjadi 31.904 penumpang pada 2025.
Sementara itu, volume kargo turut mengalami penurunan. Pada 2025, kargo yang tercatat mencapai 222.279 kilogram, lebih rendah dibandingkan 295.219 kilogram pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, operasional bandara tetap berjalan normal dengan dukungan penerbangan tambahan.
Selama periode ini, terdapat lima penerbangan ekstra yang dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air dan Lion Air, dengan rute Makassar–Bali dan Makassar–Cengkareng guna mengantisipasi peningkatan mobilitas penumpang.
Adapun rekapitulasi data lalu lintas udara selama periode 15 hingga 22 Desember 2025 menunjukkan total 1.852 pergerakan pesawat. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 1.870 pergerakan. Dari sisi penumpang, Bandara Sultan Hasanuddin melayani 242.263 penumpang pada 2025, turun dari 263.330 penumpang pada 2024.
Untuk kargo, total volume selama periode 15–22 Desember 2025 mencapai 2.450 ton, sedikit lebih rendah dibandingkan 2.559 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan tren penurunan lalu lintas udara selama Posko Nataru tahun ini.
Dalam periode rekapitulasi tersebut, terdapat 36 penerbangan ekstra yang dilayani oleh Sriwijaya Air, Batik Air, dan Lion Air. Penerbangan tambahan ini melayani sejumlah rute favorit, di antaranya Makassar–Biak, Makassar–Timika, Makassar–Nabire, Makassar–Sorong, Makassar–Denpasar, serta Makassar–Cengkareng.
Minggus menegaskan, meskipun terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pihak pengelola bandara tetap mengoptimalkan pelayanan selama Posko Nataru untuk memastikan kelancaran arus penumpang dan penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan operasional bandara berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jasa selama periode Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.
















































