Dari Ulaweng Ke Kursi Ketua DPRD, Andi Tenri Walinonong Lawan Sekat Gender

1 month ago 30
Dari Ulaweng ke Kursi Ketua DPRD, Andi Tenri Walinonong Lawan Sekat GenderKetua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Andi Tenri Walinonong mencatatkan namanya sebagai salah satu figur menonjol dalam politik Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di usia yang masih sangat muda 31 tahun, ia dipercaya memimpin DPRD Kabupaten Bone, menjadikannya salah satu ketua DPRD termuda di Sulsel sekaligus perempuan pertama yang menempati posisi tersebut di Bumi Arung Palakka.

Perjalanan hidup Andi Tenri Walinonong berakar kuat dari tanah kelahirannya. Ia lahir di Bone pada 28 Desember 1993, dari keluarga yang dikenal luas di Kecamatan Ulaweng. Ayahnya, H Andi Maddusila Takka, merupakan tokoh masyarakat yang disegani, sementara ibunya, Hj.com Andi Hermi Sanawawi, dikenal sebagai sosok yang menanamkan nilai keteguhan, etika, dan kepedulian sosial dalam keluarga.

Masa kecil Andi Tenri dihabiskan di Salo Ningo, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng. Lingkungan pedesaan yang sarat nilai budaya Bugis membentuk karakternya sejak dini. Ia tumbuh dalam suasana yang mengajarkan pentingnya menjaga harga diri, menghormati adat, serta berani bertanggung jawab atas pilihan hidup.

Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Ia mengawali sekolah di TK Tomporeng Kesso, kemudian melanjutkan ke SD Inpres 5/81 Timusu, SMP Negeri 1 Ulaweng, dan SMA Negeri 1 Ulaweng. Dari Ulaweng, langkahnya berlanjut ke Makassar untuk menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Pilihan pada dunia hukum bukan tanpa alasan. Andi Tenri Walinonong melihat hukum sebagai instrumen penting untuk menghadirkan keadilan dan keteraturan dalam masyarakat. Bekal akademik sebagai Sarjana Hukum (SH) menjadi modal utama dalam memahami kerja-kerja legislasi dan pengawasan kebijakan publik.

Namanya mulai dikenal luas saat Pemilu 2024. Sebagai pendatang baru di kancah politik, Andi Tenri tampil mengejutkan dengan meraih 7.828 suara. Perolehan ini menjadikannya peraih suara terbanyak di internal Partai Gerindra untuk DPRD Bone, sekaligus membuktikan kuatnya dukungan masyarakat terhadap figur muda tersebut.

Hasil Pemilu itu menjadi titik balik penting dalam karier politiknya. Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra kemudian resmi menunjuk Andi Tenri Walinonong sebagai Ketua DPRD Bone. Surat Keputusan penunjukan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, sebagai simbol kepercayaan penuh partai.

Penunjukan Andi Tenri sebagai Ketua DPRD tidak lepas dari berbagai pertimbangan strategis. Gerindra menilai sosoknya mampu menjadi jembatan yang efektif antara legislatif dan eksekutif, sekaligus membawa semangat baru dalam membangun komunikasi politik yang sehat dan produktif di daerah.

Sebagai pemimpin muda, Andi Tenri Walinonong juga menunjukkan kepedulian kuat terhadap pelestarian budaya lokal. Hal itu terlihat saat namanya kembali viral pada peringatan Hari Jadi Bone ke-695, ketika ia ikut terlibat langsung dalam prosesi Mattompang Akbar di Lapangan Merdeka, Watampone.

Dalam acara tersebut, Andi Tenri turut mencuci keris dalam ritual adat Mattompang Arajang, yang melibatkan penyucian 10 ribu bilah badik dan keris. Kehadirannya dalam prosesi sakral itu dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi sekaligus pesan bahwa modernitas dan adat bisa berjalan beriringan.

Di balik simbol budaya dan jabatan politik, Andi Tenri Walinonong juga membawa pesan yang lebih luas. Ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin DPRD Bone, sebuah pencapaian yang mematahkan sekat gender dalam struktur kekuasaan lokal yang selama ini didominasi laki-laki.

Isu kesetaraan gender menjadi salah satu perhatian utama dalam kepemimpinannya. Ia mengingatkan bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkarya dan memimpin di ruang publik.

“Harapan untuk Hari Kartini tentunya memberikan motivasi yang besar kepada kaum perempuan untuk mewujudkan kesetaraan,” ujar Andi Tenri Walinonong, Jumat (19/12).

Menurutnya, perempuan tidak boleh ragu mengambil peran strategis dalam berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa era modern membuka ruang yang sama bagi laki-laki dan perempuan tanpa melihat gender dan batasan, terutama dalam bidang pendidikan dan kepemimpinan. Kesetaraan, baginya, adalah soal kesempatan dan kapasitas, bukan soal jenis kelamin.

Meski demikian, Andi Tenri juga menekankan pentingnya menjaga martabat dan etika perempuan. Kebebasan memilih jalan hidup harus tetap dibarengi tanggung jawab moral serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang dijunjung masyarakat.

Dari Ulaweng hingga kursi Ketua DPRD Bone, perjalanan Andi Tenri Walinonong menjadi cermin perubahan wajah politik lokal. Ia hadir sebagai simbol bahwa usia muda dan identitas perempuan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk melawan sekat gender dan menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, berakar pada budaya, dan berpandangan jauh ke depan.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news