Dishub Makassar Bongkar Biang Parkir Truk di Nusantara, Minta Peran Lurah Tertibkan

3 hours ago 2
Dishub Makassar Bongkar Biang Parkir Truk di Nusantara, Minta Peran Lurah TertibkanIlustrasi Truk Parkir Liar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mengungkap penyebab utama maraknya parkir truk di Jalan Nusantara, Kecamatan Tallo.

Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan bahwa persoalan tersebut dipicu oleh pemilik truk yang tidak menyiapkan lahan parkir, sehingga kendaraan dibawa pulang dan diparkir di badan jalan.

Rheza menyampaikan, isu parkir truk di dalam kota, khususnya di Jalan Nusantara, telah menjadi perhatian pimpinan daerah dan dibahas dalam rapat bersama Wali Kota Makassar serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Masalahnya karena pemilik truk tidak menyediakan tempat parkir. Akhirnya sopir disuruh membawa pulang truknya. Di kawasan Nusantara, wilayah Tallo, sopir tinggal di lorong-lorong, sementara truk diparkir di luar,” ujar Rheza, Kamis (01/01).

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan gangguan ketertiban dan berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas. Namun di sisi lain, Dishub Makassar mengakui memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan dan penindakan secara menyeluruh.

Dishub mendorong keterlibatan aparat kewilayahan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam rapat bersama pimpinan daerah, Dishub meminta lurah dan perangkat wilayah turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi terkait aturan parkir.

“Kami minta ada peran lurah untuk memberikan pemahaman ke warga, mana yang boleh dan tidak boleh. Ini bagian dari tugas kewilayahan, karena dengan keterbatasan kami di Dishub, peran wilayah sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Pemkot Makassar berharap, melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aparat wilayah, praktik parkir truk di badan jalan, khususnya di Jalan Nusantara, dapat ditekan sehingga tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), meminta penertiban tegas terhadap parkir truk dan kendaraan besar di sejumlah ruas jalan strategis, khususnya di Jalan Nusantara hingga kawasan titik nol Pelabuhan Makassar.

Penataan ini dinilai penting karena kawasan tersebut merupakan wajah kota yang pertama kali dilihat pengguna jalan saat keluar dari akses tol menuju pelabuhan.

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, persoalan parkir tidak hanya berkaitan dengan kendaraan harian, tetapi juga parkir truk-truk besar dan kendaraan ekspedisi yang kerap memanfaatkan bahu jalan secara sembarangan. Kondisi tersebut dinilai mempersempit badan jalan dan memicu kemacetan.

“Tugas pertama kita memastikan tidak ada lagi truk dan mobil parkir di Jalan Nusantara, terutama pas keluar tol. Itu wajah kota. Orang keluar tol langsung melihat kondisi ini,” tegas Appi, Selasa (30/12).

Ia menyoroti kawasan Kecamatan Ujung Tanah, khususnya jalur dari tol menuju Pelabuhan Makassar, yang selama ini kerap dipadati truk panjang milik ekspedisi. Bahkan, di beberapa titik seperti Jalan Teuku Umar, kendaraan besar disebut mengambil hampir separuh badan jalan.

“Truk-truk ini parkir semau-maunya, panjang sekali, akhirnya jalan macet. Tidak ada cerita soal ini, harus ditertibkan,” ujarnya.

Appi menilai upaya penertiban tidak akan efektif jika hanya dilakukan oleh satu instansi. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim gabungan lintas sektor dengan melibatkan TNI dan Polri, PD Parkir, serta perangkat wilayah untuk memastikan penertiban berjalan maksimal dan berkelanjutan.

“Tidak cukup kalau kita sendirian. Kita perlu tim gabungan bersama TNI dan Polri untuk memastikan penertiban ini berjalan,” katanya.

Ia juga menyinggung rencana penataan kawasan titik nol di Ujung Tanah, termasuk pengembangan ruang terbuka hijau dan taman kota, sebagai bagian dari pembenahan wajah Makassar di kawasan pelabuhan.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news