Dukung Sektor Pertanian Warga Andiang Suliki, Mahasiswa KKN Unand Buat Kompos dan Bakteri Fotosintat

1 day ago 5

TARUNA - hayati

PADANG, KLIKPOSITIF- Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Unand melaksanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di Nagari Andiang Suliki, Limapuluh Kota mendampingi masyarakat membuat kompos dan bakteri fotosintat.

Mahasiswa Unand khususnya rumpun pertanian dan peternakan yang beranggotakan dari jurusan teknologi pertanian hasil pertanian, teknologi industri pertanian, peternakan kampus padang dan kampus payakumbuh, biologi, agroteknologi, Agroekoteknologi, proteksi tanaman, teknik lingkungan dan teknik elektro mengadakan sosialisasi pertanian di Nagari Andiang.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Heri Surikno, M.A mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Kamis 22 Januari ini merupakan proker besar karena dalam kegiatan sosialisasi tersebut mengundang BPP (balai penyuluhan pertanian) dan Gapoktan (gabungan kelompok tani).

Pertanian merupakan salah satu sektor pendapatan terbesar di Nagari Andiang. Diketahui, Nagari Andiang memiliki sejumlah Gapoktan yang tersebar di empat jorong.

“Melihat dari latar belakang Nagari Andiang tersebut, sosialisasi dalam bidang pertanian merupakan suatu proker KKN yang akan berguna bagi masyarakat Andiang khususnya yang berprofesi sebagai petani,” ungkap Heri Surikno.

Pembuatan pupuk kompos berbahan dasar limbah kotoran ternak dan sisa bahan organik, yang dalam pembuatannya memerlukan proses pembusukan. kotoran ternak seperti sapi merupakan salah satu bahan yang mempunyai potensi untuk dijadikan kompos karena mengandung unsur hara nitrogen, fosfor, kalium, kalsium yang tinggi dan dapat memperbaiki kondisi fisik tanah agar mudah dimanfaatkan oleh tanaman.

Selain bahan dasar limbah kotoran ternak yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos, bahan penting lain yang digunakan adalah mikroorganisme lokal (MOL), yang merupakan larutan hasil fermentasi berbahan dasar sumber daya lokal.

Tujuan penambahan mol ini adalah untuk mempercepat proses pengomposan, mengurangi waktu fermentasi, dan meningkatkan kualitas kompos.

Dalam kegiatan sosialisasi ini tidak hanya dijelaskan melalui power point saja, namun ditambah juga kegiatan demonstrasi pembuatan pupuk kompos itu langsung, dengan diperlihatkan langsung cara pembuatan kompos, masyarakat dapat memahami dan mempraktikkan nya di rumah sendiri.

Selain penjelasan mengenai pembuatan pupuk kompos, juga dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi mengenai Photosyntetic Bacteria atau Bakteri fotosintetik, yang merupakan jenis bakteri autotrof yang dapat melakukan fotosintesis sendiri karena mengandung bacteriochlorophyll yang memiliki kemampuan sama seperti klorofil.

Untuk pengaplikasian dari dua hal tersebut akan dilanjutkan dua Minggu setelah sosialisasi. Dengan demikian, pupuk kompos dan PSB sedang dalam masa fermentasi. Karena adanya demonstrasi membuat masyarakat menjadi paham dan tertarik untuk melakukan sendiri di rumah.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news