PADANG, KLIKPOSITIF — Akses jalan dan area pemakaman di Kawasan Tunggul Hitam, Kota Padang terendam akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Kamis malam (01/01/2026) hingga Jumat sore (02/01/2026).
Kawasan Tunggul Hitam tersebut, terdampak akibat luapan sungai Batang Kuranji yang melimpah ke pemukiman dan jalan raya.
Banjir setinggi 40 hingga 50 sentimeter terpantau melumpuhkan akses transportasi utama yang menghubungkan Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggu Hitam dan Kurao Pagang.
Kondisi ini membuat kendaraan roda dua dan mobil pribadi sulit melintas. Hanya kendaraan bertubuh besar yang terpantau masih mampu melewati genangan air yang cukup deras.
Akibat tingginya genangan, banyak pengendara sepeda motor nekat terobos banjir namun berakhir dengan kerusakan mesin.
Riki (41), salah seorang pekerja yang hendak pulang, mengaku sepeda motornya mati total setelah mencoba melewati jalur utama tersebut.
“Saya nekat menerobos karena ingin cepat sampai di rumah. Saya kira airnya dangkal, ternyata cukup dalam sampai merendam badan motor,” ujar Riki saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban, banyak pengendara lain yang mengalami nasib serupa karena terjebak di tengah genangan.
Untuk menghindari kemacetan dan kerusakan lebih lanjut, arus lalu lintas sementara dialihkan melewati jalan tepian sungai di sekitar TPU Tunggulhitam. Namun, banyak pula pengendara yang memilih untuk putar balik demi keamanan.
Dampak luapan Batang Kuranji juga merambah ke area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggu Hitam. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat sore pukul 17.35 WIB, ketinggian air di area pemakaman mencapai 30 hingga 80 sentimeter.
Kondisi ini membuat ratusan nisan hilang dari pandangan, menyisakan pemandangan yang menyerupai lautan lepas.
Nedya (39), warga setempat, menyebutkan bahwa air mulai naik dengan cepat sejak Jumat pagi.
“Hujan tak henti sejak semalam menjadi pemicu utama. Air luapan sungai masuk ke area pemakaman dan terus meninggi karena aliran dari hulu sangat deras,” tuturnya.
Situasi ini meningkatkan kecemasan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Batang Kuranji, khususnya di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara.
Warga mulai melakukan langkah mitigasi mandiri untuk menyelamatkan harta benda mereka.
Putri (34), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa air luapan sungai sudah mulai masuk ke dalam rumah setinggi mata kaki.
“Kami sangat cemas melihat arus deras ini. Saat ini perabotan rumah tangga sudah kami naikkan ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih membayangi wilayah Kota Padang, dan warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

3 hours ago
1

















































