Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan Jogja Last Friday Ride (JLFR) tetap dapat diselenggarakan di kawasan Jalan Malioboro pada Jumat (31/7/2026).
Pemerintah tidak memberlakukan larangan terhadap kegiatan gowes rutin tersebut, dengan syarat seluruh peserta menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya. Dukungan itu juga dibarengi dengan koordinasi pengamanan agar kegiatan berjalan aman tanpa penutupan ruas jalan.
Keputusan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan saat memberikan penjelasan pada Kamis (30/7/2026). Menurutnya, selama penyelenggaraan berlangsung tertib, Pemkot Jogja tetap membuka ruang bagi komunitas sepeda untuk menggelar kegiatan tersebut.
"Kita tetap welcome, tidak ada larangan untuk JLFR. Jadi ya monggo [silahkan], cuma bagaimana supaya kita tertib saja. Besok tak kancani [saya temani]," katanya, Kamis (30/7/2026).
Wawan mengungkapkan dirinya akan ikut bersepeda bersama peserta JLFR saat kegiatan berlangsung. Kehadirannya dimaksudkan sebagai bentuk dukungan sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib.
Di sisi lain, ia menyebut Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo tidak dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. "Saya saja nanti yang ikut. Nanti kita muter-muter, saya juga sudah biasa seperti itu [bersepeda]," ujarnya.
Pengamanan
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama JLFR berlangsung, Pemkot Jogja telah menyiapkan koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jogja. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa harus menutup akses jalan di kawasan yang dilalui peserta.
Wawan menilai sempat muncul kesalahpahaman seolah-olah dirinya melarang penyelenggaraan JLFR. Ia menegaskan anggapan tersebut tidak benar.
"Ya nanti dari Dishub [Kota Joga] dan juga dari Satlantas [Polresta Jogja]. Tidak ada masalah kok. Mungkin salah persepsi, saya melarang kegiatan itu juga selama ini. Wong saya juga pesepeda kok, kan saya nggak ngelarang," katanya.
Wawan: Saya Juga Pesepeda
Wawan menegaskan dirinya memahami antusiasme komunitas sepeda yang selama ini rutin mengikuti JLFR. Pengalaman sebagai pesepeda membuatnya mendukung kegiatan olahraga tersebut selama tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Ia bahkan mengungkapkan pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) sehingga memiliki kedekatan dengan komunitas sepeda.
"Saya juga pesepeda, dulu saya juga Ketua ISSI, jadi saya juga hobi sepeda. Nggak ada penutupan jalan," tegasnya.
Pemkot Jogja berharap pelaksanaan Jogja Last Friday Ride pada Jumat (31/7/2026) dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati hak pengguna jalan lainnya. Wawan mengimbau seluruh peserta mematuhi aturan lalu lintas sehingga aktivitas masyarakat di Kota Jogja tetap berjalan nyaman selama kegiatan berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
6
















































