Kesalahan saat Sarapan: Kebiasaan Sepele yang Bisa Berdampak pada Kesehatan

2 hours ago 1

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF – Sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Namun, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat sarapan tanpa menyadari dampaknya bagi kesehatan jangka panjang. Mulai dari melewatkan sarapan hingga salah memilih jenis makanan, kebiasaan ini dapat memengaruhi berat badan, kadar kolesterol, hingga risiko penyakit kronis.

Dilansir dari laman WebMd, berikut sejumlah kesalahan saat sarapan yang perlu dihindari:

1. Melewatkan Sarapan

Sesekali melewatkan sarapan mungkin terasa biasa saja. Namun, jika dilakukan setiap hari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan kebiasaan tidak sarapan bisa berkaitan dengan peningkatan kemungkinan merokok.

Sebaliknya, sarapan yang seimbang dapat membantu menurunkan risiko tersebut sekaligus memberi energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

2. Makan Terlalu Sedikit

Sarapan dalam porsi sangat kecil bisa membuat perut masih terasa lapar. Kondisi ini berpotensi mendorong seseorang untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan tidak sehat di siang hari, yang akhirnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Sarapan yang cukup dan mengenyangkan justru membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori berlangsung lebih optimal sepanjang hari.

3. Makan Terlalu Cepat

Kesibukan di pagi hari sering membuat seseorang makan dengan tergesa-gesa. Beberapa studi mengaitkan kebiasaan makan terlalu cepat dengan peningkatan risiko obesitas, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Makan secara perlahan dan menikmati setiap suapan dapat membantu tubuh mengenali rasa kenyang dengan lebih baik, sehingga mencegah makan berlebihan.

4. Kurang Asupan Protein

Sarapan tinggi protein tidak hanya baik untuk otot, tetapi juga membantu mengontrol nafsu makan hingga waktu makan berikutnya. Namun, bukan berarti harus memilih makanan tinggi lemak seperti bacon dan sosis secara berlebihan.

Pilihan protein yang lebih sehat untuk jantung antara lain selai kacang alami, bacon kalkun, keju cottage, yogurt Yunani, dan susu rendah lemak (skim atau 1%). Susu skim dan 1% memiliki kandungan lemak paling rendah.

5. Menghindari Karbohidrat Sepenuhnya

Menghilangkan karbohidrat sama sekali dari menu sarapan bukanlah pilihan bijak. Yang terpenting adalah memilih jenis karbohidrat yang tepat.

Karbohidrat kompleks memberikan energi stabil sepanjang hari. Contohnya oatmeal (gandum utuh), buah segar, granola rendah gula, sereal gandum utuh, atau roti gandum utuh.

Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti hash browns berminyak, pancake atau waffle dari tepung putih, serta jus buah tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti rasa lemas pada siang hari.

6. Mengabaikan Lemak Sehat

Tidak semua lemak berbahaya. Lemak tak jenuh justru baik untuk tubuh dan dapat menjadi bagian dari sarapan sehat. Anda bisa menambahkan kacang atau biji-bijian ke dalam yogurt, atau mengoleskan selai kacang pada roti gandum utuh atau apel.

Asam lemak omega-3 juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Salah satu cara mudah mendapatkannya adalah dengan mencampurkan biji rami (flaxseed) bubuk ke dalam sereal.

Sebaliknya, lemak jenuh perlu dibatasi karena dapat meningkatkan kadar kolesterol. Kurangi konsumsi mentega, susu full cream atau 2%, serta kue-kue manis untuk sarapan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news