Komite Nasional Keselamatan Transportasi Masih Kumpulkan Data Awal Hilangnya Pesawat ATR

17 hours ago 5
Komite Nasional Keselamatan Transportasi Masih Kumpulkan Data Awal Hilangnya Pesawat ATRSuryanto di kantor basarnas (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan hingga saat ini masih berada pada tahap awal pengumpulan data terkait pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di kawasan pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. KNKT memastikan fokus utama sementara ini adalah mendukung penuh operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang tengah dilakukan oleh tim gabungan.

Ketua KNKT Suryanto mengatakan, hingga Sabtu (17/1) malam, pihaknya belum dapat menarik kesimpulan apa pun terkait penyebab insiden, baik yang berkaitan dengan faktor cuaca, teknis pesawat, maupun kemungkinan lainnya. Seluruh upaya KNKT saat ini diarahkan untuk membantu menemukan titik jatuh pesawat dan memastikan operasi kemanusiaan berjalan optimal.

“KNKT saat ini masih mengumpulkan data. Fokus kami adalah membantu Basarnas dalam menemukan lokasi pesawat. Analisis teknis akan dilakukan setelah operasi SAR selesai,” ujar Suryanto dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Ia menegaskan, sesuai prosedur penanganan kecelakaan transportasi udara, KNKT baru akan mengambil alih tahapan investigasi secara penuh setelah fase pencarian dan evakuasi korban dinyatakan rampung. Oleh karena itu, hingga kini pihaknya belum melakukan penilaian terkait dugaan pesawat menabrak tebing, kehilangan kendali, atau penyebab lainnya.

Informasi awal yang diterima KNKT sejauh ini masih terbatas pada temuan sejumlah serpihan dan kertas yang dilaporkan oleh seorang pendaki di sekitar Gunung Bulu Saraung. Temuan tersebut telah diamankan oleh aparat setempat dan masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah benar berasal dari pesawat yang dilaporkan hilang kontak.

“Kami belum bisa memastikan apakah itu bagian dari pesawat atau bukan. Bukti yang ada masih sangat awal,” kata Suryanto.

KNKT juga menyoroti keberadaan Emergency Locator Transmitter (ELT) yang seharusnya terpasang pada pesawat. Namun, menurut Suryanto, dalam sejumlah kasus kecelakaan udara di wilayah pegunungan, perangkat tersebut tidak selalu dapat memancarkan sinyal apabila pesawat mengalami benturan keras.

“Pesawat memiliki ELT, tetapi apabila terjadi tabrakan dengan gunung, perangkat tersebut bisa saja rusak sehingga tidak memancarkan sinyal,” jelasnya.

Terkait kemungkinan ditemukannya kotak hitam (black box), KNKT menyatakan telah melakukan koordinasi awal dengan seluruh unsur terkait. Apabila perangkat tersebut ditemukan di lapangan, KNKT berharap dapat segera diamankan guna mendukung proses investigasi pada tahap berikutnya.

“Kami sudah briefing dengan Pangdam dan tim. Jika black box ditemukan, itu akan sangat penting untuk proses investigasi nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, meski hingga kini masih terkendala kondisi cuaca berawan serta medan pegunungan yang cukup ekstrem.

KNKT memastikan akan tetap berada di Makassar selama proses pencarian berlangsung dan siap melakukan langkah lanjutan sesuai perkembangan di lapangan. Suryanto menekankan, prioritas utama seluruh pihak saat ini adalah menemukan lokasi pesawat dan memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news