Kopi Menjadi Senjata Mempertahankan Hutan dan Cegah Bencana

1 month ago 28

Exhibition Scoopy x Kuromi - Klikpositif

KLIKPOSITIF — Belajar dari bencana ekologis di beberapa wilayah Sumatra akibat badai siklon sejak dua minggu lalu, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani langsung tinjau wilayah tutupan hutan didaerahnya. Bahkan Annisa menggandeng Indonesia Offroad Federation (IOF) menerobos hutan Lubuak Karak di Kecamatan Sembilan Koto.

Dalam perjalanannya menggunakan mobil offroad, Annisa menemukan banyak aksi penebangan hutan, baik ilegal logging maupun untuk perkebunan sawit. Sehingga hutan dengan kontur berbukit ini terlihat rapuh. Padahal hutan ini merupakan wilayah hulu sungai-sungai besar seperti Batang Momong yang melewati banyak pemukiman.

“Saya sedih sih. Dalam kepala saya kalau ini hutan semakin gundul, suatu hari nanti membayangkan banjir bandang yang hari ini kita lihat di medsos, akan terjadi di depan mata kita,” kata Annisa sambil memandangi sebidang kebun sawit yang baru ditanam di tebing salah satu bukit.

Baca Juga

Bupati Annisa memberikan selamat kepada Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Marten Yunus.

Untuk itu, Annisa langsung menyampaikan kepada Wali Nagari Lubuak Karak agar komoditas perkebunan yang dikembangkan adalah kopi. Dharmasraya mendapat bantuan dari kementrian Pertanian bibit kopi untuk 2.000 Ha tahun 2026.

“Selain nilai ekonominya lebih tinggi dari sawit, kopi juga tanaman yang bisa ditanam di bawah naungan. Nanti kita atur, pohon dengan diameter di atas 20 cm tidak boleh ditebang. Jadi kopi ditanam menyesuaikan struktur alami hutan yang sudah ada,” tambah bupati perempuan pertama di Sumatra Barat ini.

Kecamatan Sembilan Koto merupakan pertahanan terakhir ekosistem alami hutan yang tersisa di Dharmasraya. Dan secara demografinya, wilayah ini berbukit dan pusat hulu sungai. Sejak satu dekade terakhir, hutan di wilayah ini dihantui ilegal logging dan ilegal mining secara masiv. Akibatnya, daerah yang dulu bersahabat dengan alam, beberapa tahun terakhir mereka mulai mengenal banjir bandang dan longsor hampir setiap musim hujan.

“Jika tidak kita atasi dari sekarang, masyarakat Sembilan Koto akan menjadi korban bencana yang tidak berkesudahan ke depannya, apalagi melihat perubahan iklim yang tidak bisa diprediksi ke depan,” kata Annisa.

Sementara Wali Nagari Lubuak Karak Apri Doni menyatakan warganya siap untuk mengembangkan kopi. Menurutnya pengembangan kopi sesuai dengan semangat masyarakat dan tokoh adat yang ingin melestarikan hutan dan sungai mereka yang cantik.

“Kami berharap bantuan kopi bisa segera direalisasikan agar warga tidak perlu menanam sawit. Sesuai instruksi bupati, kami sedang menyiapkan kelompok tani untuk kopi. kami yakin ini bisa karena menurut Bupati Annisa akan ada pendampingan yang intensif untuk petani nantinya,” kata Doni setelah mendengar arahan bupati di dalam hutan Lubuak Karak.

Selain untuk mencegah bencana, menjaga hutan, sungai dan pengembangan kopi, akan menjadi nilai utama dalam pengembangan potensi wisata daerah ini. menurut Bupati Annisa daerah ini memiliki potensi besar dalam wisata minat khusus seperti jelajah hutan dengan mobil offroad, motor trabas, hiking, memancing ikan golden masher, watching bird ataupun sekedar pergi camping dan mandi-mandi di sungai jernih berbatu.(Ina)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news