Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi Deden Maulana

6 days ago 11
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi Deden MaulanaPersiapan penyerahan jenazah kepada keluargan Deden. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Jenazah korban laki-laki pertama yang ditemukan dalam operasi pencarian kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan lereng  Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil diidentifikasi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel memastikan korban bernama Deden Maulana, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500.

Deden Maulana diketahui merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan jabatan sebagai Pengelola Barang Milik Negara.

Setelah proses identifikasi dinyatakan cukup, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Rabu (21/1) malam.

Proses penyerahan jenazah berlangsung secara tertutup di area Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kota Makassar.

Peti jenazah yang dibungkus terpal biru dan plastik transparan terlihat bertuliskan nama Deden Maulana dengan nomor post mortem PM.62.B.02. Penyerahan dilakukan sekitar pukul 22.00 WITA dan disaksikan langsung oleh pihak keluarga terdekat.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, sebelumnya menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah korban laki-laki pertama mengalami tantangan tersendiri. Kondisi jasad yang telah mengalami perubahan fisik membuat tim DVI tidak bisa mengandalkan satu metode pemeriksaan saja.

“Kendala identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah. Jika sidik jari masih bisa diperiksa, prosesnya bisa lebih cepat. Namun bila tidak memungkinkan, maka digunakan metode pembanding lain,” ujar Haris dalam keterangannya kepada awak media.

Ia menambahkan, perbedaan kondisi jenazah antara korban laki-laki dan pramugari yang lebih dulu teridentifikasi menjadi salah satu faktor lamanya proses pencocokan data. Tim DVI harus mencocokkan data post mortem dengan data antemortem secara hati-hati demi memastikan akurasi identitas.

Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku telah mengikuti proses pencarian sejak awal. Adik ipar korban, Asep Hilman Rosadi, bahkan sempat mendatangi Posko Advance Joint Unit (AJU) di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sehari sebelum penyerahan jenazah.

“Saya keluarga dari Bapak Deden Maulana, PNS dari Kementerian Kelautan yang ikut di pesawat,” kata Asep saat ditemui di Posko AJU.

Asep menjelaskan, dirinya sengaja datang langsung dari Bandung ke Makassar lalu menuju Pangkep untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait pencarian korban. Menurutnya, berbagai kabar yang beredar di media sosial justru membuat keluarga semakin cemas.

“Sebagai keluarga kami ingin memastikan informasi yang benar. Alhamdulillah di posko kami mendapat penjelasan langsung dari petugas,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Penjelasan langsung dari petugas di lapangan, kata Asep, membuat keluarga lebih tenang karena informasi yang disampaikan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Usai proses serah terima, jenazah Deden Maulana langsung dibawa menggunakan ambulans menuju bandara untuk selanjutnya diterbangkan ke Pulau Jawa, tempat tinggal korban, guna dimakamkan oleh pihak keluarga.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news