Suasana Hotel MaxOne Makassar, (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025 berdampak langsung terhadap kinerja sektor perhotelan di Kota Makassar.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar mencatat kerugian sektor perhotelan mencapai sekitar Rp7 miliar, menyusul lonjakan pembatalan kunjungan wisatawan asing pada pertengahan tahun.
Data tersebut terungkap dalam hasil Analisis Forecasting Kunjungan Wisatawan Tahun 2025 yang dirilis Dispar Kota Makassar. Meski secara umum pariwisata Makassar masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, penurunan wisman menjadi catatan serius yang perlu mendapat perhatian khusus.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 diproyeksikan hanya mencapai 78.080 kunjungan, turun sekitar 18,32 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 95.597 kunjungan.
“Penurunan wisatawan mancanegara ini berdampak signifikan, terutama pada sektor perhotelan. Pada Agustus 2025, terjadi lonjakan pembatalan kunjungan yang menyebabkan kerugian hotel, khususnya hotel berbintang, hingga sekitar Rp7 miliar,” ujar Hendra, Selasa (23/12).
Ia menjelaskan, penurunan wisman dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, di antaranya adanya travel warning, isu stabilitas politik, serta aksi demonstrasi yang memengaruhi persepsi keamanan di mata wisatawan asing. Selain itu, gangguan mobilitas akibat bencana alam di beberapa destinasi turut memicu kehati-hatian pasar internasional.
“Ini menjadi pelajaran penting bahwa arus wisatawan mancanegara tidak hanya ditentukan oleh event atau promosi, tetapi juga oleh faktor keamanan, kenyamanan, dan stabilitas kota secara menyeluruh,” tegasnya.
Meski demikian, Dispar Makassar mencatat tren yang berlawanan pada wisatawan nusantara. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan domestik justru diproyeksikan meningkat hingga 6.189.997 kunjungan, atau naik 12,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, seperti penambahan 12 rute penerbangan baru menuju Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta masifnya penyelenggaraan event pariwisata, event nasional, hingga konser artis internasional yang menarik puluhan ribu pengunjung.
“Penambahan penerbangan baru memberi dampak langsung terhadap aksesibilitas, sementara event berskala nasional dan internasional terbukti efektif menjadi magnet kunjungan wisatawan nusantara,” kata Hendra.
Dari sisi durasi tinggal, rata-rata lama menginap wisatawan nusantara pada 2024 tercatat 1,63 malam, namun diproyeksikan turun menjadi 1,48 malam pada 2025. Sementara wisatawan mancanegara rata-rata menginap 2,52 malam pada 2024 dan diperkirakan menjadi 2,47 malam pada 2025.
Secara agregat, jika digabungkan antara wisatawan nusantara dan mancanegara, total kunjungan wisatawan ke Kota Makassar pada 2025 tetap tumbuh sekitar 10 persen, dengan wisatawan domestik sebagai penopang utama.
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah dengan menempati peringkat ketiga subsektor pendukung utama ekonomi Kota Makassar. Rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara diperkirakan berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per kunjungan, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai Rp4 juta hingga Rp6 juta per kunjungan.
“Dengan proyeksi tersebut, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata Makassar diperkirakan mencapai triliunan rupiah sepanjang 2025,” ungkap Hendra.
Ke depan, Dispar Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi promosi internasional sekaligus menjaga citra keamanan dan stabilitas kota. Pengembangan destinasi unggulan seperti Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, dan Sungai Tallo juga disiapkan sebagai penguat daya tarik pariwisata pada 2026.
“Target kami ke depan, Makassar harus tampil sebagai kota yang aman, kondusif, dan menarik, sehingga wisatawan mancanegara kembali percaya dan sektor pariwisata bisa tumbuh lebih berkelanjutan,” tutup Hendra.
















































