Lima Jembatan di Bantul Direhabilitasi, Pemkab Gelontorkan Rp10 Miliar

16 hours ago 9


Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mempercepat pelaksanaan rehabilitasi lima jembatan yang menjadi akses penting bagi mobilitas warga di berbagai wilayah. Seluruh proyek tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dengan total nilai mencapai Rp10 miliar dan saat ini telah memasuki tahapan administrasi menuju pekerjaan fisik.

Perbaikan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penurunan kondisi infrastruktur yang terjadi akibat faktor usia bangunan serta tingginya intensitas penggunaan. Sejumlah jembatan yang akan direhabilitasi diketahui memiliki peran vital sebagai penghubung aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga akses menuju kawasan permukiman dan sentra ekonomi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, menjelaskan bahwa seluruh proyek yang direncanakan tahun ini kini tengah berproses menuju tahap pelaksanaan.

Menurutnya, rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kualitas infrastruktur agar tetap aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Tahun ini ada lima proyek rehabilitasi jembatan di Bantul, semuanya dari APBD,” kata Agustina, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan kondisi masing-masing jembatan tidak sama sehingga metode penanganan yang dilakukan juga berbeda. Meski demikian, seluruh proyek difokuskan pada pekerjaan perbaikan sesuai kebutuhan teknis yang ditemukan saat pemeriksaan lapangan.

“Kalau detailnya beda-beda semua, tetapi semua jenis pengerjaannya perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon, menyebutkan lima jembatan yang masuk dalam program rehabilitasi tahun ini berada di sejumlah wilayah strategis. Kelima jembatan tersebut adalah Jembatan Dodogan–Pokoh di Kapanewon Dlingo, Jembatan Kweni–Druwo di Sewon, Jembatan Panggang–Paker di Pundong, Jembatan Pedes–Surobayan di Sedayu, serta Jembatan Sumberan di Kasihan.

Menurut Jimmy, alokasi anggaran Rp10 miliar akan digunakan untuk menangani berbagai kerusakan yang ditemukan pada masing-masing jembatan berdasarkan hasil kajian teknis. Bentuk pekerjaan yang dilakukan dapat berbeda-beda, menyesuaikan tingkat kerusakan maupun kebutuhan penguatan konstruksi.

“Total anggarannya Rp10 miliar untuk lima jembatan itu,” kata Jimmy.

Pemkab Bantul menargetkan seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali memanfaatkan infrastruktur tersebut secara optimal tanpa khawatir terhadap aspek keselamatan maupun kenyamanan saat melintas.

Selain memperbaiki kerusakan yang ada, rehabilitasi ini juga diharapkan mampu memperpanjang usia layanan jembatan sehingga tidak memerlukan penanganan besar dalam waktu dekat. Infrastruktur yang lebih baik diyakini akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bantul.

Jimmy menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan proyek tetap dibarengi dengan pengawasan kualitas pekerjaan. Hal ini penting mengingat sebagian jembatan yang direhabilitasi merupakan jalur yang cukup sering digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari.

“Targetnya sebelum akhir tahun sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Dengan dimulainya rehabilitasi lima jembatan tersebut, Pemkab Bantul berharap kualitas infrastruktur transportasi daerah semakin baik sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di berbagai wilayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news