Makassar Dorong Solusi Jangka Panjang di TPA Antang

2 days ago 5
Makassar Dorong Solusi Jangka Panjang di TPA AntangSuasana TPA Antang, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, pembukaan akses jalan, pembebasan lahan, hingga penguatan armada dan pengolahan sampah berbasis sumber.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Makassar memprioritaskan pelancaran akses keluar-masuk armada bongkar muat sampah di kawasan TPA Antang. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurai antrean truk dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan fokus penanganan saat ini adalah penataan jalur akses agar aktivitas bongkar muat berjalan lebih lancar dan terkendali.

“Upaya yang kami lakukan lebih kepada pembukaan dan pelancaran akses jalan keluar masuk armada bongkar muat sampah di TPA Antang,” ujar Helmy, Selasa (30/12).

Menurutnya, hasil dari penataan tersebut mulai terlihat. Timbunan sampah berangsur berkurang dan lalu lintas armada pengangkut semakin tertib. Selain itu, Pemkot Makassar juga membuka jalur alternatif di sisi timur TPA yang tembus ke selatan, sehingga kendaraan tidak lagi menumpuk di pintu utama sisi barat.

“Ini solusi konkret untuk mengurai kepadatan dan mempercepat proses bongkar muat,” jelas Helmy.

Dalam mendukung pengelolaan jangka panjang, Pemkot Makassar juga telah melakukan pembebasan lahan di kawasan sekitar TPA. Dari rencana awal 31 hektare yang tersebar di 22 bidang, pada tahun anggaran 2025 pemerintah berhasil membebaskan lebih dari 2,8 hektare lahan dengan nilai sekitar Rp12 miliar.

“Tidak semua bidang memenuhi syarat administrasi dan teknis. Yang berhasil dibebaskan tahun ini sekitar 2,8 hektare,” katanya.

Helmy menjelaskan, lahan tersebut merupakan milik masyarakat yang sebelumnya telah digunakan untuk operasional TPA Tamangapa. Proses pembebasan dilakukan secara transparan melalui pengukuran BPN, appraisal konsultan independen, serta pendampingan Kejaksaan.

Selain pembenahan lahan dan akses, DLH Makassar juga memperkuat armada pengangkut sampah. Pada 2025, sebanyak 50 unit motor roda tiga, 9 unit mobil sampah, serta 2 unit mobil penyiram tanaman disiapkan untuk distribusi ke wilayah. Pada 2026, direncanakan penambahan 9 unit dump truck.

“Tahun depan kami berharap armada bisa bertambah lagi untuk memperkuat layanan,” ujarnya.

Helmy menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan TPA. Karena itu, DLH terus mendorong pemilahan sampah dari sumber, pengolahan organik melalui komposter, ecoenzym, hingga budidaya maggot, serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

“Kalau hanya buang ke TPA tanpa memilah dan mengolah dari sumber, penumpukan akan terus terjadi. Itu sebabnya solusi jangka panjang harus kita siapkan,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news