PADANG, KLIKPOSITIF- Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) atau Tempat Penitipan Anak (TPA)/Daycare menjadi salah satu solusi yang menjembatani kebutuhan pengasuhan anak usia dini, terutama bagi orang tua bekerja.
Namun demikian, sebagian besar TAMASYA/TPA masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pengasuh yang kompeten, minimnya dukungan sarana dan prasarana, hingga kurangnya dukungan dari berbagai pihak.
Padahal, penyelenggaraan TAMASYA/TPA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas sebagai bagian dari sistem pengasuhan bersama.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah langkah strategis untuk membangun sinergitas dan penguatan kemitraan antar sektor, guna memastikan layanan TAMASYA/TPA dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
“Perubahan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini, khususnya meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja di sektor formal dan informal, menimbulkan kebutuhan akan layanan pengasuhan alternatif yang aman dan berkualitas,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si, Rabu 11 Februari 2026 di Padang saat kegiatan Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA.
Kaper Mardalena mengatakan Indonesia sedang berada dalam periode bonus demografi yang diproyeksikan terjadi hingga tahun 2030. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2025 total penduduk Indonesia mencapai 284 juta jiwa, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 196 jiwa yang berarti total populasi usia produktif penduduk Indonesia mencapai 69 persen.
Menurut Mardalena, Bonus demografi menjadi peluang bagi Indonesia apabila kondisi ini dimanfaatkan dengan baik untuk menuju Visi Indonesia Emas 2045 dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.
Dengan demikian, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk terutama pada aspek kesejahteraan keluarga dan pengasuhan anak sejak dini. Keluarga menjadi unit terkecil namun memiliki peran kunci dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas dan tangguh.
Dalam hal ini, pengasuhan anak dalam keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Sementara itu Kabid PSMK Disdik Sumbar Suryanto saat menjadi pembicara dalam acara tersebut mengatakan, di Disdik Sumbar sendiri sudah membentuk Daycare untuk penitipan anak bagi ASN perempuan.
“Alhamdulillah kami sudah bentuk dengan memanfaatkan salah satu gedung di Dinas. Saya beberapa kali didatangi ibuk-ibuk di Disdik untuk membentuk ini, akhirnya kami bentuk dan sudah berjalan,” ungkapnya.
Dia berharap instansi lain juga membentuk Daycare agar orang tua ataupun perempuan yang bekerja bisa dengan nyaman menitipkan sehingga bisa bekerja maksimal.

1 day ago
4


















































