Musda Golkar Sulsel Diproyeksi Usai Ramadan

1 day ago 7
Musda Golkar Sulsel Diproyeksi Usai RamadanPelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin Mohammad Said, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan belum akan digelar dalam waktu dekat dan diproyeksikan menyebrang ke periode usai Ramadan, seiring agenda konsolidasi internal yang masih berjalan dan menunggu keputusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Sulawesi Utara itu tidak ada problem ya jadi bis sebelum Ramadan, kita di Sulsel perlu rembuk-rembuk dulu , mudah-mudahan ya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin Mohammad Said, Senin (26/01).

Katanya, Musda tak perlu buru-buru, semua harus dipikirkan dan disiapkan dengan matang.

“Iya kita lihat semuanya, jangan sampai malah jadi persoalan begitu, ini hanya perlu antisipasi,” terangnya.

Ia menyatakan bahwa kepengurusan sementara yang baru dibentuk DPP bertugas mempersiapkan Musda sekaligus mengonsolidasikan struktur partai hingga ke daerah pemilihan.

“PLT ini bukan untuk selama-lamanya. Tugas utamanya mengantar Musda agar berjalan dengan baik. Kepengurusan ini dibentuk untuk menyiapkan konsolidasi dan memastikan proses Musda nantinya solid,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan, struktur PLT DPD I Golkar Sulsel telah lengkap dengan total 162 pengurus. Kepengurusan tersebut mulai bekerja dengan agenda awal konsolidasi ke tiga daerah pemilihan di Sulsel.

“Dalam waktu dekat kami akan turun ke Dapil Sulsel 1, Sulsel 2, dan Sulsel 3. Prinsipnya dialog dengan pengurus setempat agar semua satu bahasa dan solid,” katanya.

Muhidin mengungkapkan, kepastian jadwal Musda masih sangat bergantung pada keputusan DPP. Opsi menggelar Musda setelah Ramadan menguat agar proses konsolidasi berjalan tanpa gesekan dan seluruh unsur partai dapat dilibatkan.

“Kepastian Musda itu tergantung DPP. Yang jelas, kita ingin Golkar Sulsel kompak. Jangan ada yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Menurutnya, penundaan Musda bukan tanpa alasan. Sejumlah masa jabatan pengurus DPD II kabupaten/kota masih berjalan hingga pertengahan tahun, sehingga DPP perlu mempertimbangkan waktu yang paling tepat agar tidak memicu konflik internal.

“Ada DPD II yang berakhir Mei dan Agustus. Semua itu harus dipertimbangkan dengan matang. Jangan sampai Musda justru melahirkan masalah baru,” jelas Muhidin.

Ia menekankan bahwa konsolidasi menjadi prioritas utama Golkar Sulsel menghadapi agenda politik nasional 2029. DPP, kata dia, menargetkan peningkatan perolehan kursi, bukan sekadar mempertahankan capaian sebelumnya.

“Target kita bukan sekadar menang, tapi menambah kursi. Golkar harus bekerja lebih dini, lebih rapi, dan lebih kompak,” ujarnya.

Muhidin juga menyebut, DPP tengah menyiapkan skema pembiayaan dan pendampingan bagi kader potensial yang akan maju pada Pemilu mendatang, sebagai bagian dari strategi besar penguatan partai.

“Ada kader-kader yang siap bertarung tapi butuh dukungan. DPP menyiapkan itu. Karena itu, konsolidasi ini penting sebelum Musda,” kata dia.

Ia berharap seluruh kader Golkar Sulsel menahan diri dan memberi ruang kepada kepengurusan PLT untuk bekerja maksimal hingga Musda digelar.

“Siapapun nanti yang terpilih, niat kita satu, mengembalikan marwah Golkar di Sulawesi Selatan. Musda harus menjadi titik awal kebangkitan, bukan sumber perpecahan,” pungkas Muhidin.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news