PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target, Evaluasi Jadi Sorotan

4 hours ago 1

PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target, Evaluasi Jadi Sorotan

Sejumlah pengunjung bermain di Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus, Minggu (19/7/2026). Harian Jogja/David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul mencatatkan capaian positif pada semester pertama 2026 dengan melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata sebesar Rp36 miliar. Di tengah capaian tersebut, sejumlah evaluasi terkait pelayanan wisata menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata di Bumi Handayani.

Selain perbaikan tata kelola retribusi wisata, pembenahan akses jalan menuju destinasi wisata hingga penyelesaian sejumlah pengaduan masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang terus diupayakan pada semester kedua tahun ini.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul berjalan dengan baik sepanjang semester pertama 2026. Capaian tersebut tercermin dari realisasi PAD sektor wisata yang telah melampaui target sebelum akhir tahun anggaran.

"Ini baru tengah tahun, tapi target PAD sebesar Rp36 miliar telah terlampaui. Malahan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 akan ada kenaikan target," kata Eko, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengabaikan sejumlah catatan yang perlu segera dibenahi. Berbagai evaluasi terus dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan di destinasi wisata tetap terjaga.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian ialah dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Pantai Watuwalang yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian melalui koordinasi dan mediasi dengan pihak-pihak terkait.

"Masih dilakukan koordinasi dan mediasi untuk penyelesaian," ungkapnya.

Selain itu, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul juga menerima sejumlah laporan terkait dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam penarikan retribusi di kawasan wisata. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui proses klarifikasi sebelum pemberian sanksi sebagai bagian dari upaya pembinaan.

"Kita tidak tinggal diam terhadap adanya aduan tentang penarikan retribusi. Saat ada laporan, maka akan ditindaklanjuti dengan proses klarifikasi hingga pemberian sanksi untuk pembinaan," kata mantan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut.

Keluhan wisatawan terkait kondisi akses jalan menuju sejumlah destinasi wisata juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Eko mengakui penyelesaian persoalan tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor karena berkaitan dengan kewenangan berbagai organisasi perangkat daerah.

"Ada juga keluhan berkaitan dengan rusaknya jalan menuju wisata," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan pihaknya telah mencatat sejumlah evaluasi hasil pelaksanaan fungsi pengawasan dewan pada triwulan kedua 2026. Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pengelolaan pariwisata karena masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.

Menurutnya, secara umum pelaksanaan pengelolaan sektor pariwisata telah berjalan dengan baik. Namun, optimalisasi sistem penarikan retribusi wisata perlu terus dilakukan untuk memaksimalkan penerimaan daerah sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaannya.

Endang berharap kebijakan pembayaran non-tunai yang telah diterapkan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron sejak awal Mei 2026 dapat diperluas ke destinasi wisata lainnya di Kabupaten Gunungkidul.

"Sistem real time online (RTO) dalam penarikan juga harus benar-benar dijalankan. Perbaikan ini dibutuhkan untuk menekan terjadinya kebocoran agar PAD yang dicapai bisa dimaksimalkan," kata Endang.

Penguatan sistem pembayaran non-tunai dan penerapan sistem real time online dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan retribusi wisata. Di sisi lain, pembenahan akses menuju destinasi wisata juga diharapkan mampu meningkatkan pengalaman wisatawan sehingga pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul dapat terus terjaga hingga akhir tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news