Pengamat Transportasi Nilai Konektivitas Kereta Api Sumatera Solusi Putusnya Jalur Darat Akibat Bencana

1 month ago 27

Exhibition Scoopy x Kuromi - Klikpositif

KLIKPOSITIF- Pengamat Transportasi Sumatera Barat (Sumbar) menilai pembangunan dan konektivitas jalur kereta api di Pulau Sumatera merupakan solusi yang tepat sebagai jalur alternatif ketika akses jalan lintas darat terputus akibat bencana.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Transportasi, Fidel Miro, yang juga Dosen dan Peneliti Bidang Ilmu Transportasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta, kepada Katasumbar, Senin (15/12/2025).

Menurut Fidel, pengaktifan jalur kereta api lintas Sumatera akan memberikan banyak keuntungan, terutama sebagai jalur alternatif transportasi antarwilayah saat terjadi bencana alam.

“Sudah jelas banyak keuntungannya. Jika jalur rel sudah aktif kembali, kereta api dapat menjadi alternatif utama ketika jalur darat terganggu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberadaan jalur kereta api lintas Sumatera tidak hanya mampu mengurai kemacetan, tetapi juga lebih unggul dari sisi konstruksi. Menurutnya, konstruksi rel kereta api relatif lebih kuat dibandingkan jalan raya.

“Seperti di kawasan Lembah Anai. Jembatan rel letaknya berdekatan dengan jalan raya. Jalan rusak, tetapi jembatan rel tetap utuh meski sudah dua kali diterjang banjir. Dari sisi konstruksi, rel memang lebih kuat. Selain itu, dari aspek keselamatan, kereta api juga lebih aman dibandingkan transportasi jalan raya, serta lebih ekonomis karena merupakan angkutan massal,” terangnya.

Fidel juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah memiliki Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas), salah satunya mengamanatkan penyambungan jalur rel yang saat ini masih terputus di berbagai wilayah Sumatera.

“Saat ini rel kereta api di Sumatera masih terpisah-pisah, seperti di Aceh–Sumatera Utara, Sumbar saja, serta Sumatera Selatan hingga Palembang. Belum ada konektivitas menyeluruh. Dalam Ripnas, seluruh jalur tersebut direncanakan akan disambungkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ujung jalur Sumatera bagian Selatan berada di Bandar Lampung, sementara di Sumatera Barat terdapat dua titik, salah satunya di Logas, Kabupaten Sijunjung, yang akan terhubung ke Teluk Kuantan. Jalur tersebut nantinya akan tersambung hingga Pekanbaru, kemudian berlanjut ke Sumatera Utara melalui jalur timur yang secara geografis relatif lebih datar.

Selain itu, pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumbar juga mencakup rel Padang Panjang-Kayu Tanam serta jalur lama di wilayah Bukittinggi yang saat ini tidak lagi beroperasi.

“Jika seluruh jalur ini selesai, maka konektivitas kereta api di Sumatera akan terwujud sepenuhnya,” terangnya lagi.

Ia menambahkan, target realisasi Ripnas diperkirakan paling cepat pada 2030 dan paling lambat 2040, mengingat saat ini masih dalam tahap kajian.

Berdasarkan penelitiannya, Fidel menilai minat masyarakat terhadap kereta api dapat ditingkatkan dengan dukungan layanan terintegrasi.

“Untuk menarik masyarakat menggunakan kereta api, perlu pelayanan khusus, misalnya penumpang dijemput dan diantar dengan transportasi pengumpan yang terintegrasi,” ujarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news