Pengawasan Rutin Dinsos Redam Aktivitas Pengemis di Jalanan Makassar Sepanjang 2025

1 day ago 6
Pengawasan Rutin Dinsos Redam Aktivitas Pengemis di Jalanan Makassar Sepanjang 2025Rilis Akhir Tahun Dinas Sosial (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan bahwa aktivitas anak jalanan dan pengemis di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar berhasil ditekan sepanjang tahun 2025 berkat pengawasan rutin dan penjangkauan lapangan yang dilakukan secara konsisten.

“Pengawasan kami lakukan terus-menerus. Kalau tidak konsisten, mereka pasti kembali ke jalan,” kata Andi Bukti, saat rilis akhir tahun dinsos Makassar di Benz Cafe Jalan Kajoalido, Rabu (31/12)

Ia menyebutkan, titik-titik yang sebelumnya dikenal padat aktivitas anak jalanan, pengemis, hingga manusia silver kini mulai kondusif.

Lokasi tersebut antara lain Perempatan Jalan Veteran–Sungai Sadang, Simpang Lima Bandara, kawasan Fly Over, Jalan Masjid Raya, serta perbatasan Gowa–Makassar.

Menurut Andi Bukti, penurunan aktivitas di ruang publik tersebut tidak hanya bergantung pada penertiban, tetapi juga pada program pembinaan sosial yang terintegrasi dan melibatkan banyak pihak.

Sepanjang 2025, Dinas Sosial Makassar juga mencatat capaian kinerja organisasi berada di kisaran 80 persen. Realisasi tersebut dipengaruhi oleh adanya sisa anggaran dari sejumlah pos belanja yang tidak terealisasi.

Ia menjelaskan, sisa anggaran tersebut antara lain berasal dari pos gaji sekitar Rp2,7 miliar yang disiapkan untuk kebutuhan berkala, anggaran dapur umum yang tidak terpakai karena tidak terjadi bencana, serta anggaran operator kelurahan sekitar Rp400 juta yang tidak dibayarkan akibat masa transisi dan rotasi lurah.

“Kalau diakumulasi, silpa kami sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar. Tapi seluruh program dan kegiatan tetap berjalan,” ujarnya.

Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Sosial Makassar melakukan inovasi dengan memindahkan layanan pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ke tingkat kecamatan. Sebanyak 15 kecamatan kini memiliki operator khusus yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung.

Selain itu, Dinas Sosial memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan delapan SKPD, Perusda Pasar, RSUD Daya, serta Baznas. Kerja sama ini difokuskan pada penanganan lanjutan setelah penjangkauan terhadap anak jalanan, pengemis, orang terlantar, dan ODGJ.
“Setelah dijangkau, harus ada solusi. Tidak boleh dilepas lalu kembali ke jalan,” tegas Andi Bukti.

Sebagai bagian dari pembinaan, Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja memberikan pelatihan keterampilan kepada anak pengemis dan orang terlantar. Pada November 2025, sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan pembuatan karangan bunga untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Pengawasan juga diperkuat melalui pembentukan posko di sembilan titik rawan dengan melibatkan pilar sosial seperti Tagana, Karang Taruna, dan IPSM . Posko ini berfungsi melakukan penjangkauan rutin sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada anak jalanan.

Andi Bukti menambahkan, fenomena manusia silver yang sempat marak di Makassar berhasil ditekan sepanjang 2025. Namun demikian, tantangan lain masih dihadapi, khususnya pada kasus pekerja seks dan waria yang setelah dijangkau banyak terindikasi positif HIV.

“Untuk yang membutuhkan penanganan kesehatan, langsung kami rujuk ke rumah sakit atau UPT milik provinsi untuk pembinaan lanjutan,” ujarnya.

Ia berharap berbagai langkah yang telah dilakukan sepanjang 2025 dapat terus diperkuat pada 2026 agar penanganan masalah sosial di Kota Makassar semakin berkelanjutan dan berdampak nyata.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news