Polisi memeriksa barang bawaan korban. (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Seorang pria berinisial AR (40), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan ditemukan meninggal dunia di dalam bus pariwisata yang baru tiba di Kota Makassar pada Selasa (13/1)
Peristiwa tersebut terjadi saat bus yang ditumpangi korban berhenti di wilayah hukum Polsek Panakkukang.
Informasi awal yang diterima kepolisian menyebutkan bahwa korban sempat dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh pihak pengelola bus. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi bus yang bersangkutan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi bersama piket SPKT mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diketahui menumpang bus pariwisata dari Kabupaten Tana Toraja menuju Kota Makassar.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan awal guna memastikan penyebab kematian.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah Muntu, mengatakan laporan awal dari pihak bus menyebut korban mengalami pingsan di dalam kendaraan. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lokasi, korban dipastikan telah meninggal dunia sebelum petugas tiba.
“Saat kami tiba di lokasi bersama piket SPKT, korban sudah dalam kondisi meninggal. Dari pemeriksaan awal terlihat mulut korban mengeluarkan busa, kemudian kami langsung berkoordinasi dengan Dokpol Inafis RS Bhayangkara untuk pemeriksaan awal,” ujar Iptu Nasrullah Muntu.
Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga memastikan tidak terdapat indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara mengarah pada penyakit bawaan yang diderita korban, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Menurut Nasrullah, pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban untuk menyampaikan informasi terkait peristiwa tersebut serta berkoordinasi mengenai penanganan jenazah selanjutnya. Hingga saat ini, jenazah AR masih berada di RS Bhayangkara Makassar.
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga. Saat ini kami masih menunggu keputusan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau tidak. Sampai berita ini diturunkan, autopsi belum diputuskan,” katanya.
Polisi menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan sesuai prosedur standar, termasuk memastikan tidak adanya unsur pidana dalam kasus kematian tersebut. Aparat kepolisian juga tetap membuka kemungkinan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan berdasarkan hasil medis dan koordinasi dengan pihak keluarga.
Kasus penemuan jenazah ini selanjutnya ditangani Polsek Panakkukang dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit dan keluarga korban, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian AR.
















































