Perjalanan Panjang Irmawati Sila dari DPRD Jeneponto ke Kursi DPC Hanura Makassar

2 days ago 6

KabarMakassar.com — Kancah politik Sulawesi Selatan, nama Irmawati Sila bukanlah sosok yang asing. Perempuan asal Jeneponto ini menapaki karier politiknya dari bawah, berjuang di tanah kelahirannya sebelum akhirnya menancapkan pengaruhnya di panggung politik Kota Makassar.

Dua periode menjadi anggota DPRD Jeneponto, kini Irmawati kembali dipercaya duduk di kursi legislatif Kota Makassar untuk periode kedua 2024–2029.

Dengan latar belakang sederhana dan keteguhan hati yang kuat, perjalanan Irmawati adalah kisah tentang ketekunan seorang perempuan yang menolak menyerah pada keterbatasan. Ia meniti langkahnya bukan dengan cara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dinamika. Sejak awal kiprahnya di DPRD Jeneponto pada 2009 hingga kini di DPRD Makassar, semangatnya tidak pernah surut,melayani masyarakat dan memperjuangkan suara rakyat kecil.

Irmawati Sila memulai karier politiknya di tanah kelahiran, Kabupaten Jeneponto. Ia pertama kali duduk sebagai anggota DPRD Jeneponto periode 2009–2014, dan kembali dipercaya untuk periode kedua 2014–2019. Di sinilah dasar pengabdiannya ditempa di tengah masyarakat agraris dengan tantangan sosial ekonomi yang tinggi. Ia dikenal aktif turun ke lapangan, menyapa konstituen tanpa sekat, mendengarkan keluhan warga, dan memperjuangkan akses pembangunan di daerah-daerah terpencil.

Bagi Srikandi Turatea itu, politik bukan tentang jabatan, melainkan amanah. Ia tumbuh dengan kesadaran bahwa kepercayaan masyarakat adalah hal paling berharga dalam perjalanan seorang wakil rakyat. Maka ketika langkahnya berpindah ke Makassar, semangat itu tetap menjadi pegangan utama.

Tahun 2019 menjadi titik penting. Dengan keyakinan penuh, Irmawati memutuskan untuk bertarung di Pemilihan Legislatif Kota Makassar dan berhasil duduk di kursi DPRD Makassar.

Pada Pemilu 2024, Irmawati kembali mempertahankan kepercayaan rakyat dengan hasil yang lebih kuat. Ia maju dari Dapil V Makassar yang mencakup Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate (Mamarita) wilayah yang dikenal padat, heterogen, dan penuh dinamika sosial. Berkat pengalaman, kerja keras, dan kepercayaan diri sebagai politisi Partai Hanura, ia sukses meraih 5.349 suara pribadi dari total 9.555 suara partai, memastikan dirinya memperoleh kursi ketujuh di DPRD Kota Makassar.

“Saya bersyukur atas kepercayaan ini. Amanah rakyat tidak boleh dikhianati. Saya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di Dapil V, dengan segenap kemampuan dan waktu saya,” ujar Irmawati.

Bagi Irmawati, menjadi wakil rakyat bukan berarti duduk nyaman di ruang sidang. Ia dikenal sebagai figur yang aktif turun mendengar aspirasi rakyat secara langsung. Hampir setiap pekan, Irmawati menggelar kunjungan lapangan ke berbagai titik di wilayah pemilihannya, mulai dari lorong-lorong padat penduduk di Tamalate, hingga wilayah pesisir Mariso.

Dalam setiap kunjungan, ia tak hanya mendengarkan keluhan, tapi juga membawa solusi konkret termasuk penyerahan bantuan sosial, pada warga yang mengalami musibah atau membutuhkan bantuan. Sikapnya yang rendah hati membuat warga mudah dekat dan merasa didengar.

“Politik itu bukan hanya bicara di meja sidang, tapi hadir di tengah masyarakat. Mereka ingin kita mendengar dan membantu dengan tulus,” kata Irmawati.

Kehadirannya kerap menjadi oase bagi warga kecil. Dalam reses, ia lebih sering memilih berinteraksi langsung tanpa protokol kaku. “Saya ingin masyarakat tahu, wakilnya tidak jauh dari mereka. Saya bagian dari mereka,” tuturnya.

Selain aktif di lapangan, Irmawati juga dikenal sebagai penggerak isu pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan parlemen Makassar. Dalam berbagai forum, ia sering mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan.

“Intinya, kesetaraan itu bukan hanya soal jabatan, tapi soal kesempatan dan kepercayaan. Karena kita lihat sendiri, masih ada budaya patriarki yang membuat perempuan sulit tampil. Tapi hari ini saya bangga, karena banyak perempuan sudah mendobrak batas itu,” ujarnya.

Ia pun mencontohkan sejumlah pejabat perempuan yang kini menempati posisi penting di Makassar, mulai dari kepala dinas hingga wakil wali kota. “Itu bukti bahwa perempuan bisa sejajar dalam tanggung jawab dan pengabdian,” tambahnya.

Ketua DPC Hanura Makassar

Kiprah Irmawati di DPRD membuatnya semakin diperhitungkan dalam struktur internal Partai Hanura. Sekretaris DPC Hanura Makassar Periode 2020-2025, Muchlis Misbah, menjadi figur pertama yang secara terbuka menyebut nama Irmawati sebagai sosok ideal untuk menahkodai partai di tingkat kota.

“Kalau Hj. Irmawati Sila mau maju, itu paket dahsyat. Hj. Irmawati jadi ketua, saya sekretaris. Itu formasi paling ideal,” ujar Muchlis.

Ia menilai duet Irmawati Sila dan dirinya bisa menjadi energi baru untuk mengembalikan kejayaan Hanura di Makassar. “Ada sinergi, pengalaman, dan jaringan politik yang sudah teruji. Dengan komposisi itu, Hanura akan lebih mudah bergerak,” tambahnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Makassar 2025-2029, Irmawati Sila, mengungkap perjalanan panjang dan dinamika politik yang ia lalui hingga dipercaya memimpin Hanura Makassar.

Irmawati menyampaikan bahwa amanah sebagai ketua DPC akan dijalankan secara maksimal sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab yang diemban. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang hadir dan membersamai proses konsolidasi partai di Kota Makassar.

“Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan saya. Terima kasih juga kepada Pak Wali Kota yang telah membersamai kami,” ujar Irmawati.

Ia mengenang perjalanan politiknya sejak 2010 di Kabupaten Jeneponto, daerah kelahirannya. Saat itu, Irmawati mengaku pernah berkeinginan memimpin DPC Hanura Jeneponto, namun belum mendapat kesempatan dan akhirnya dipercaya mengemban jabatan sekretaris.

“Saya belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan saat itu juga. Tapi pada waktunya, apa yang kita perjuangkan akan datang di saat yang tepat, seperti hari ini,” katanya.

Dengan pengalaman hampir dua dekade berproses di Partai Hanura, Irmawati menegaskan komitmen dan loyalitasnya terhadap partai. Ia menyebut telah bergabung dengan Hanura sejak usia muda dan konsisten hingga kini dipercaya memimpin DPC Hanura Makassar.

“Kurang lebih 18 tahun saya berada di Partai Hanura, sejak usia saya masih sekitar 20 tahun. Ini adalah bukti kesetiaan saya terhadap partai,” tegasnya.

Sebagai ketua DPC terpilih, Irmawati mengajak seluruh jajaran pengurus, baik demisioner maupun pengurus anak cabang (PAC), untuk bersatu dan bergerak bersama membesarkan Hanura di Kota Makassar.

“Saya berharap kita semua bisa membersamai DPC Kota Makassar agar Hanura bisa bangkit, jaya, dan menang di Makassar,” ujarnya.

Perjalanan politik Irmawati Sila adalah cerminan konsistensi dan dedikasi seorang perempuan yang lahir dari kerja keras. Dari Jeneponto hingga Makassar, dari kursi DPRD kabupaten hingga kota, ia tetap memegang satu prinsip, yaitu politik adalah pengabdian.

Di tengah dunia politik yang sering diwarnai intrik dan kepentingan pribadi, Irmawati tampil dengan kesederhanaan dan integritas. Ia tak ingin dikenal karena jabatan, tapi karena kerja nyata dan ketulusan dalam memperjuangkan rakyat.

“Saya percaya, kepercayaan rakyat adalah doa. Selama kita jaga itu dengan hati yang bersih, Insya Allah perjuangan ini akan berarti,” tutupnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news