Prabowo Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan di Empat Negara

18 hours ago 14

Prabowo Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan di Empat Negara

Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menargetkan penguatan berbagai program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan melalui pembelajaran dari sejumlah negara yang dinilai berhasil menekan angka kelaparan. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya mengirim tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi yang diterapkan di negara-negara tersebut.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia tanpa kelaparan (zero hunger) yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, pemerintah menegaskan berbagai program kesejahteraan masyarakat akan tetap dijalankan meskipun menuai kritik dari sejumlah pihak.

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah tidak boleh ragu untuk belajar dari pengalaman negara lain yang telah berhasil mengatasi persoalan kelaparan.

"Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brasil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan," ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Presiden, pemerintah tetap akan melanjutkan berbagai program yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menilai perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada praktik kecurangan dan penyelundupan yang merugikan negara daripada upaya-upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh memiliki warga yang mengalami kelaparan. Oleh karena itu, penghapusan kelaparan menjadi salah satu tujuan yang terus diupayakan pemerintah dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional.

Presiden juga mengingatkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah lama memberikan peringatan mengenai ancaman krisis pangan, energi, dan air yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat di berbagai negara. Dalam SDGs, penghapusan kemiskinan (no poverty) ditetapkan sebagai tujuan pembangunan pertama yang harus dicapai.

Selain itu, tujuan pembangunan berkelanjutan juga mencakup kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being), pendidikan berkualitas (Quality Education), kesetaraan gender (Gender Equality), akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri dan infrastruktur, serta pengurangan kesenjangan sosial.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut, Presiden juga memberikan arahan kepada seluruh menteri Kabinet Merah Putih agar tidak gentar menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

"Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi, kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," kata Prabowo.

Menurut Presiden, seluruh jajaran kabinet dipilih untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial di masyarakat.

Prabowo mengakui setelah memimpin pemerintahan, dirinya mendapati sejumlah persoalan memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian pemerintah ialah persoalan kebocoran ekonomi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Meski demikian, Presiden menilai pemerintah telah mencatat berbagai kemajuan dalam menyelesaikan persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan. Capaian tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya mewujudkan Indonesia tanpa kelaparan pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news