Daun bawang (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Meski sering dianggap hanya sebagai pelengkap masakan, namun manfaat daun bawang bagi kesehatan sebenarnya tidak dapat diremehkan.
Sayuran beraroma khas ini acap kali disebut “kecil-kecil cabe rawit” karena kandungan nutrisinya yang beragam juga senyawa aktif di dalamnya yang berpotensi untuk melawan infeksi hingga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Tak heran apabila daun bawang bukan sekadar penambah rasa, namun juga sumber nutrisi yang patut untuk diperhitungkan.
Dalam kuliner Indonesia, daun bawang sendiri hampir selalu hadir. Mulai dari gorengan, sup, tumisan, sampai dengan makanan berat misalnya martabak dan sate, sayuran tersebut digunakan untuk memperkaya cita rasa dan aroma.
Di balik kelezatannya, konsumsi daun bawang secara rutin juga mampu untuk memberikan berbagai manfaat kesehatan yang mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh.
Walaupun bentuknya ramping dan ringan, daun bawang ternyata menyimpan kandungan gizi yang cukup lengkap. Dilansir dari Alodokter, dalam setiap 100 gram atau sekitar satu ikat daun bawang, terdapat sekitar 32 kalori.
Selain rendah kalori, daun bawang turut mengandung sekitar 7 gram karbohidrat, 1,8 gram protein, juga 2,5 gram serat yang baik untuk pencernaan.
Bukan hanya itu, daun bawang juga kaya akan mineral penting, misalnya 275 miligram kalium, 70 miligram kalsium, dan 20 miligram magnesium.
Dari sisi vitamin, sayuran tersebut mengandung 19 miligram vitamin C dan sekitar 210 mikrogram vitamin K yang berperan penting guna pembekuan darah dan kesehatan tulang.
Daun bawang turut mengandung senyawa aktif misalnya quercetin dan allicin yang dikenal mempunyai efek antioksidan, antibakteri, antiradang, serta berpotensi antikanker.
Berkat kombinasi nutrisi serta senyawa bioaktif di dalamnya, daun bawang turut memberikan sejumlah manfaat penting bagi tubuh.
Berikut beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh oleh masyarakat dari mengonsumsi daun bawang secara rutin:
1. Bantu kontrol tekanan darah
Daun bawang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Kandungan kalium serta allicin di dalamnya membantu menjaga elastisitas pembuluh darah juga mendukung kinerja otot jantung. Dengan demikian, risiko tekanan darah tinggi bisa dikurangi jika daun bawang dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat.
2. Bantu lancarkan pencernaan dan
cegah sembelit
Serat yang terkandung dalam daun bawang berfungsi untuk menjaga pergerakan usus tetap teratur dan membuat tekstur tinja lebih lunak sehingga mudah untuk dikeluarkan.
Selain itu, daun bawang turut mengandung prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Oleh sebab itu, menambahkan daun bawang ke dalam menu harian, seperti sup, tumisan, atau sayur oseng, mampu membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan saluran cerna.
3. Jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh
Kandungan vitamin C, magnesium, juga quercetin dalam daun bawang berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Antioksidan di dalamnya membantu untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan sistem imun yang optimal, maka tubuh menjadi lebih tahan terhadap penyakit dan proses pemulihan saat sakit pun dapat berlangsung lebih cepat.
4. Turunkan kadar kolesterol
Penelitian menunjukkan jika kombinasi serat dan senyawa allicin dalam daun bawang mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Bagi penderita kolesterol tinggi, memasukkan daun bawang ke dalam pola makan sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana namun bermanfaat, terutama jika dibarengi dengan gaya hidup sehat seperti olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
5. Kurangi risiko diabetes
Senyawa allicin pada daun bawang diketahui mempunyai efek antidiabetes. Selain itu, kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya dicerna lebih lambat oleh tubuh agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Konsumsi daun bawang secara rutin mampu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menurunkan risiko terkena diabetes.
Dengan berbagai manfaat yang ada, daun bawang layak dipertimbangkan sebagai bagian dari menu harian. Selain mudah diolah serta terjangkau, sayuran ini turut memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara seimbang dan berkelanjutan.
















































