PADANG, KLIKPOSITIF- Rektor Universitas Andalas (Unand) Efa Yonnedi melantik dan melakukan pengambilan sumpah direktur serta kepala kantor di lingkungan Unand, Selasa 6 Januari 2026.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah
Pejabat ini tentunya sebuah konsolidasi strategis untuk memastikan gerbong Universitas Andalas tetap berada di rel yang tepat menuju World Class University.
“Sebuah institusi besar dibangun di atas tumpukan bata prestasi para pendahulunya. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat yang mendalam, saya ucapkan terima kasih kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya,” ungkap Efa Yonnedi.
Para Pejabat yang telah menyelesaikan pengabdiannya yakni, Khandra Fahmy, Ph.D, sebagai Direktur Kemahasiswaan, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc “A, Ampera Warman, SE., MM, Hendery Dahlan, Ph.D dan Hendery Dahlan, Ph.D.
Menurut Efa Yonnedi, saat ini Unand memasuki fase krusial implementasi Renstra UNAND 2025-2029.
Visi kita jelas: “Menjadi Universitas
Terkemuka dan Bermartabat.” Berdasarkan Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2022 tentang OTK dan target Perjanjian Kinerja (IKU).
Untuk para pejabat yang baru dilantik, Rektor juga menyampaikan mandat secara spesifik. Pertama kepada Direktur Kemahasiswaan, Bapak Dr. Dendi Adi Saputra: Target kita
jelas: persentase lulusan yang dalam waktu 1 tahun setelah kelulusan sudah bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha harus meningkat. Ini ukuran apakah pendidikan di
UNAND benar-benar mengubah hidup
mahasiswa menjadi lebih kuat, lebih
mandiri, dan lebih bermartabat.
Mari kita jadikan “keterserapan lulusan” sebagai produk bersama, kerja lintas sistem. Setiap kegiatan akademik dan kemahasiswaan harus punya jejak ke prestasi di luar program studi, ke dunia kerja, dunia riset lanjutan, atau dunia usaha. Kalau kegiatan tidak punya jejak itu, kita evaluasi ulang.
“Mari kita ubah paradigma kegiatan kemahasiswaan. Pastikan setiap program ormawa berkorelasi dengan peningkatan soft-skill dan kompetensi profesional. Cetaklah “Andalasian” yang tidak hanya pintar di kelas, tapi juga pemimpin di masyarakat. Mari kita bangun “jalur sukses lulusan” dari semester awal, bukan saat
wisuda,” ujarnya.
Kepada Direktur Keuangan (Dr. Suhanda): Sebagai PTN-BH, kunci kita adalah sustainability (ketahanan jangka panjang organisasi). Itu hanya bisa dicapai jika Saudara menegakkan efisiensi berbasis kinerja, artinya setiap rupiah harus terhubung langsung dengan target Renstra, IKU, dan outcome yang bisa diukur.
“Saya berharap Saudara memimpin dengan tiga kata kerja: mengunci prioritas, mengendalikan risiko, dan memastikan akuntabilitas. Jangan biarkan anggaran menjadi daftar kebiasaan tahunan,” kata rektor.
Anggaran harus menjadi alat akselerasi. Perkuat kontrol dan kepatuhan. Tata kelola keuangan kita wajib akuntabel, transparan, dan patuh aturan. Opini WTP adalah harga
mati. Itu bukan sekadar simbol administratif.
Selanjutnya, Kepada Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis (Bapak Zaiful Netra): Renstra mengamanatkan diversifikasi pendapatan. Tugas Saudara sangat vital. Saudara adalah ujung tombak Income Generating. Jangan biarkan aset UNAND “tidur”. Optimalkan unit bisnis, bangun kemitraan strategis, dan
ciptakan aliran pendapatan baru non-UKT agar kita bisa meringankan beban mahasiswa tanpa mengurangi kualitas Pendidikan.
Kepada Direktur SDM Dr. Roni Ekha
Putra, SDM adalah mesin pengungkit
mutu universitas. Saudara adalah pengelola aset terpenting UNAND: Manusia. Target kita di Renstra adalah peningkatan jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar.
Efa Yonnedi berharap adanya transformasi layanan kepegawaian. Pangkas birokrasi yang menghambat kenaikan pangkat. Pastikan dosen dan tendik sejahtera dan kompetitif secara global, serta profesional dan melayani. Pangkas birokrasi yang menghambat karier. Pastikan dosen dan tendik sejahtera dan kompetitif secara global.
Rektor juga berharap pejabat dilantik dapat memperkuat kebijakan pengembangan karier dosen: percepatan doktor, postdoc, kolaborasi internasional, dan rekognisi global. Dosen yang kompetitif akan mengangkat reputasi Unand.
Kepada Direktur TIK (Prof. Fauzan):
Visi Renstra kita eksplisit menyebut
“Konsep Kampus Digital”. Tugas Saudara adalah memastikan infrastruktur TIK kita resilient dan terintegrasi. Kita tidak ingin
mendengar sistem yang silo (terkotakkotak). Wujudkan Satu Data UNAND. Pastikan transformasi digital mempermudah layanan akademik dan administrasi, bukan justru mempersulit pengguna.
Untuk Direktur Kerja Sama &
Hilirisasi Riset (Dr. Muhammad Makky):
Saya titip mandat yang sangat jelas:
Saudara memegang “mesin pengungkit” yang menentukan apakah UNAND benarbenar naik kelas menuju universitas berkelas dunia, sekaligus tetap kokoh sebagai PTN-BH yang berkelanjutan.
Koordinasikan dan memonitor kerja sama dan internasionalisasi yang dilakukan unit kerja, sekaligus kembangkan jejaring nasional dan internasional untuk tridharma. Setiap kerja sama harus menyumbang ke
IKU. Jangan berhenti pada kunjungan
seremonial. Ia harus berujung pada joint research, joint publication, co-supervision doktor, visiting professor, atau akses fasilitas riset.
Serta Kepala Kantor Humas (Dr. Hary
Efendi): Di era informasi, persepsi adalah realitas. Tugas Saudara bukan sekadar mempublikasikan kegiatan. Pekerjaan Saudara adalah membuat UNAND dipahami, dipercaya, dan dihormati, oleh publik internal maupun eksternal.
Renstra menuntut promosi dan branding UNAND dilakukan aktif, memanfaatkan media sosial, website, kegiatan expo, dan jejaring alumni, untuk membangun citra positif kampus.
Rektor berharap fungsi humas fakultas
dan unit kerja bergerak dalam satu
orkestrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Perkuat protokoler UNAND yang presisi, rapi, dan bermartabat, karena itulah yang dilihat oleh tamu negara, mitra global,
pimpinan industri, dan publik.
Tingkatkan terus pengelolaan complaint handling (penanganan pengaduan), layanan call center, serta pelayanan informasi kepada publik internal dan eksternal.
Efa Yonnedi berharap humas dapat mengarahkan komunikasi publik berbasis satu sumber data yang sama dengan pimpinan. Tidak boleh ada rilis yang tidak sinkron dengan data UNAND, karena sekali salah, koreksi itu mahal.
Rektor mengaku menjabarkan target secara detail karena melihat tantangan eksternal yang cukup berat: disrupsi
teknologi, persaingan global, dan tuntutan masyarakat tidak akan menunggu kita siap. Kita harus berlari.
Jabatan yang diemban hari ini menuntut “Sense of Crisis”. Jangan bekerja business asusual. UNAND membutuhkan Direktur yang berani mengambil keputusan, berani berinovasi, dan solutif. Jika ada kendala regulasi, mari kita diskusikan. Jika ada hambatan teknis, mari kita selesaikan.
Terakhir, dan yang paling utama.
Kecerdasan dan strategi tidak ada artinya tanpa Integritas. Efa Yonnedi menitipkan nilai SEJATI (Sabar, Empati, Jujur, Adil, Tanggung Jawab, Ikhlas) ke dalam setiap tanda tangan dan keputusan yang di buat.
Efa Yonnedi yakin dan percaya, dengan kolaborasi yang solid antara organ pengelola, fakultas, dan seluruh
elemen, “Kita mampu membawa Universitas Andalas menjulang tinggi, untuk kejayaan bangsa,” tutupnya.

1 day ago
5

















































