Ribuan Jembatan Garuda Pangkas Akses Terisolasi di Indonesia

12 hours ago 10

Ribuan Jembatan Garuda Pangkas Akses Terisolasi di Indonesia

Wujud Jembatan Perintis Garuda, Kamis (23/7/2026) yang berada di Kalurahan Jatisarono menjadi infrastruktur penting bagi petani setempat dalam aksesibilitas./Harian Jogja-Khairul Ma\'arif

Harianjogja.com, JAKARTA—Program Jembatan Garuda yang digencarkan Pemerintah telah mencapai 1.416 titik pembangunan dari target 2.838 jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Program ini diprioritaskan untuk membuka akses di wilayah terisolasi dan mempercepat konektivitas masyarakat di berbagai daerah.

Hingga 28 Juli 2026, sebanyak 49,9% target pembangunan telah terealisasi. Jembatan yang dibangun meliputi 80 jembatan bailey, 524 jembatan armco, 459 jembatan beton, dan 353 jembatan perintis. Sementara itu, sebanyak 1.422 titik lainnya atau 50,1% dari target masih dalam tahap pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto mendorong pembangunan Jembatan Garuda sebagai respons atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

"Program ini merespon banyaknya laporan dan temuan anak sekolah di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai deras akibat tidak adanya jembatan layak," katanya dalam konferensi pers di Gedung Bakom RI pada Rabu (29/7/2026).

Selain persoalan akses pendidikan, pembangunan Jembatan Garuda juga didorong oleh kerusakan infrastruktur jembatan secara masif di wilayah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan longsor. Program ini juga ditujukan untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur di wilayah pedesaan yang selama ini menghambat distribusi hasil bumi dan mobilitas warga.

Untuk mempercepat pembangunan, Presiden Prabowo membentuk satuan tugas (satgas) khusus darurat/percepatan pembangunan jembatan pada 28 November 2025. TNI Angkatan Darat ditunjuk sebagai pelaksana program pembangunan Jembatan Garuda.

Mengacu data Dinas Penerangan TNI AD per 28 Juli 2026, pembangunan Jembatan Garuda diprioritaskan di kabupaten dan kota yang memiliki tingkat keterisolasian tinggi serta kebutuhan konektivitas yang mendesak.

Program ini disebut telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Sebanyak 7.371 desa dan kelurahan kini telah terhubung dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4,25 juta jiwa.

Selain itu, Jembatan Garuda mempermudah akses menuju 8.505 sekolah dan 4.250 fasilitas kesehatan serta menghubungkan 4.360 fasilitas ekonomi, seperti pasar.

Secara rata-rata, waktu tempuh masyarakat di titik-titik yang telah terhubung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit.

"Manfaat yang dirasakan masyarakat pun beragam. Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan penyeberangan yang tidak aman sehingga risiko kecelakaan dalam perjalanan ke sekolah berkurang signifikan. Mobilitas guru maupun siswa menjadi lebih lancar sepanjang tahun termasuk pada musim hujan," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan video yang menampilkan progres pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosialnya pada Kamis (25/6/2026).

Pembangunan ribuan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat untuk memperkuat konektivitas hingga ke daerah-daerah terpencil.

Dalam keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut, Teddy menegaskan bahwa pembangunan jembatan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terisolasi oleh kondisi geografis.

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," tulis Teddy mengawali keterangannya.

Menurut Teddy, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026. Pembangunan kemudian akan terus dipercepat hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news