Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo memberikan keterangan (Dok: Dwiki)KabarMakassar.com – Satu jenazah korban kecelakaan pesawat yang ditemukan tim SAR gabungan di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dipastikan berada dalam kondisi relatif utuh saat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, Kamis (22/1).
Jenazah tersebut menjadi salah satu dari enam korban yang ditemukan di sekitar titik jatuhnya pesawat, tepatnya di area bawah ekor pesawat yang menjadi fokus utama pencarian.
Jenazah itu telah berhasil dievakuasi ke luar dari kawasan pegunungan dengan medan ekstrem sebelum akhirnya diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi medis dan forensik.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan bahwa jenazah yang diserahkan malam itu diyakini dalam kondisi utuh. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kepastian kondisi jenazah secara medis tetap menjadi kewenangan tim DVI.
“Insyaallah utuh,” ujar Yudhi Bramantyo saat ditemui usai penyerahan jenazah di ruang post mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Ia menjelaskan, jenazah tersebut ditemukan di area bawah bagian ekor pesawat yang berada di kawasan jurang dengan kontur sangat terjal. Lokasi penemuan menjadi salah satu titik yang cukup sulit dijangkau oleh tim SAR gabungan karena berada di kedalaman dan dikelilingi vegetasi lebat.
“Dibawah tail, di bawah ekor, di ekornya pesawat,” katanya singkat menjelaskan lokasi penemuan jenazah.
Menurut Yudhi, posisi ekor pesawat yang tersangkut di area tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim SAR dalam mempersempit area pencarian korban. Namun, ia menegaskan bahwa tidak seluruh korban ditemukan menempel pada bangkai pesawat.
“Ekornya yang nyangkut,” ujarnya saat menjelaskan kondisi di lokasi penemuan.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan total enam korban di sekitar sektor puncak Pegunungan Bulusaraung.
Dari jumlah tersebut, satu jenazah berhasil dievakuasi lebih awal dan dibawa turun dari lokasi penemuan menuju titik aman sebelum diserahkan ke pihak berwenang.
“Total keseluruhan yang ditemukan sampai saat ini 6,” ucap Yudhi.
Ia menambahkan, jenazah yang telah berhasil dievakuasi langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Makassar dengan pengawalan ketat. Setibanya di lokasi post mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel, jenazah kemudian ditangani oleh tim forensik untuk proses identifikasi lanjutan.
Terkait identitas korban, Yudhi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyampaikan informasi apa pun sebelum ada keterangan resmi dari tim DVI. Menurutnya, seluruh data terkait jenis kelamin, identitas, maupun tingkat keutuhan jenazah akan dijelaskan oleh otoritas medis yang berwenang.
“Nanti mau perempuan mau laki-laki, seberapa persen nanti itu dijelaskan pak Haris di sini,” katanya.
Sementara itu, lima korban lainnya yang telah ditemukan masih berada di lokasi penemuan dan menunggu proses evakuasi lanjutan. Tim SAR gabungan saat ini masih mempersiapkan strategi evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, jarak pandang, serta tingkat kemiringan medan yang berisiko tinggi.
Yudhi menyampaikan harapannya agar proses evakuasi lanjutan dapat berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera dibawa turun dari lokasi kejadian. Ia juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar operasi kemanusiaan tersebut dapat diselesaikan dengan aman.
“Mohon doanya, semangat,” ujarnya.
Operasi SAR kecelakaan pesawat di Pegunungan Bulusaraung hingga kini masih terus berlangsung. Seluruh unsur SAR gabungan tetap disiagakan untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan dan prosedur kemanusiaan.

















































