Solok, Klikpositif – Musibah banjir yang melanda Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih menjadi sebuah pukulan bagi masyarakat. Banjir bandang merusak puluhan rumah, ratusan hektare lahan pertanian dan menggoncang sendi perekonomian.
Duka yang dirasakan masyarakat Muaro Pingai turut menjadi atensi bagi Muhammadiyah. Sejak awal peristiwa bencana, Muhammadiyah melalui berbagai organisasi otonom dan lembaga bergerak membantu masyarakat, bersama lembaga dan pemerintah setempat.
Muhammadiyah berkolaborasi dengan lembaga ICRP tidak hanya sekedar hadir mendistribusikan bantuan, namun juga mendirikan posko terpadu Muaro Pingai Bangkit. Posko ini menjadi pusat data, layanan dan distribusi bantuan, disamping posko induk di Nagari.
Di samping bantuan logistik, peralatan sekolah, Muhammadiyah juga membuka layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menggandeng Rumah Sakit ‘Aisyiyah Padang. Selain itu, juga ada layanan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak.
Eksistensi Muhammadiyah menghadirkan semangat berkemajuan di Nagari Muaro Pingai. Kesan positif ini mendorong lahirnya ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Nagari Muaro Pingai serta organisasi otonom Pemuda Muhammadiyah serta Nasyiatul ‘Aisyiyah.
Kehadiran pimpinan ranting dan sekretariat bersama diresmikan langsung Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, Rabu (14/1/2025). Hadir Ketua PEA Sumbar, Syur’aini, ketua MDMC Sumbar, Portito dan jajaran Muhamadiyah-‘Aisyiyah Solok.
Tri Hastuti mengatakan, Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta MDMC berkomitmen penuh dalam merespon tanggap darurat dan fase pemulihan darurat di bencana Sumatera, termasuk di Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
“Dukungan kami telah berjalan di Muaro Pingai, berbagai pos layanan di sediakan untuk membersamai perjuangan korban untuk bangkit, terutama gerakan perempuan bantu perempuan,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, dengan hadirnya ranting Muhamadiyah-‘Aisyiyah dan ortom di Nagari Muaro Pingai menjadi tonggak baru dalam menggerakkan semangat berkemajuan di tengah masyarakat. Muhammadiyah senantiasa membawa semangat kemajuan.
Dalam kesempatan itu, PP Aisyiyah bersama ranting Aisyiyah Muaro Pingai juga menyalurkan bantuan paket dapur atau kitchen set dan menambah bantuan seragam olahraga untuk anak sekolah, setelah sebelumnya menyalurkan sepatu dan seragam merah putih.
Bencana Bukan Akhir Semuanya

Ketua Wilayah Aisyiyah Sumatera Barat Syur’aini melihat momentum bencana tidak selalu dilihat sebagai akhir dari semuanya, tetapi justru membawa semangat kebersamaan, perbaikan dan kemajuan.
Hal ini tercermin di Muaro Pingai, Kabupaten Solok. Kaum perempuan menjadi salah satu kekuatan untuk bangkit. gerakan perempuan dalam melalui organisasi ‘Aisyiyah menuju masa depan lebih baik.
Secara khusus, Syur’aini memberi perhatian kepada Ketua Ranting Muaro Pingai untuk menghidupkan senior care dengan kader lansia dan menggerakkan bidan desa. Untuk itu niat mendirikan ranting juga perlu di perkuat dan dilanjutkan pelatihan pengkaderan.
“Pimpinan Wilayah Aisyiyah siap mendukung gerakan ranting Aisyiyah di Muaro Pingai. Ke depan PWA Sumbar akan terus memberikan dukungan melanjutkan penanganan medis para korban,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Sumatera Barat, Fortito menegaskan MDMC Sumbar telah berkolaborasi dengan Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti dalam merespon para pengungsi di Muaro Pingai.
“Kami mendirikan bersama sama Pos Layanan Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kolaborasi didukung RSU Aisyiyah, Ketua MUI Sumatera Barat, Wali Nagari Muaro Pingai dan Ayahanda dan Ibunda yang menjadi donatur dan penguat serta motivasi kami bergerak,” imbuhnya.
Wali Nagari Muaro Pingai, Dodi Hermen menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Muhammadiyah dan Aisyiyah Pusat untuk memulihkan kondisi Muaro Pingai.
“Kami sangat mendukung gerakan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan tentu perhatian Pimpinan Pusat Aisyiyah menjadi kekuatan kami untuk terus bangkit, terutama dengan adanya peresmian ranting Aisyiyah hari ini,” bebernya.
Menjemput Ketertinggalan
Nagari Muaro Pingai menjadi salah satu nagari yang belum memiliki amal usaha Muhammadiyah, baik itu sekolah, maupun rumah ibadah dan lainnya.
Ketua Ranting Muhammadiyah Abdul Ghafar menegaskan, pihaknya bersama masyarakat dan Nagari akan mendirikan SMK Muhammadiyah.
“Kami ingin Nagari Muaro Pingai menjemput ketertinggalan, di daerah nagari lain sudah ada pendidikan dasar lanjutan, di nagari kami belum ada,” jelasnya.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, masyarakat Nagari Muaro Pingai akan mewakafkan 1 hektare lahan untuk pembangunan sekolah Muhammadiyah.
“Harapan kami, 10 tahun ke depan nagari Muaro Pingai tidak lagi tertinggal karena memiliki SDM unggul bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah,” tutupnya.
Ketua Ranting ‘Aisyiyah Muaro Pingai, Vira Anggelina menyampaikan, dengan hadirnya PP ‘Aisyiyah di Muaro Pingai, memberi semangat baru bagi kaum perempuan untuk bangkit.
“Kaum perempuan harus bergerak, memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat. Dan melalui ‘Aisyiyah, gerakan itu akan semakin kuat dan saling menguatkan,” tutupnya.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Kasie Kesra Kecamatan Junjung Sirih Edi Warni, KAN Muaro Pingai, R. Datuak Tumanguang, BPN Datuk Rajo Alam Zulkifli.
Diketahui, ranting Muhammadiyah-‘Aisyiyah Nagari Muaro Pingai resmi berdiri pada 2 Januari 2025. Hadirnya ranting di Nagari Muaro Pingai kian memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Junjung Sirih.

3 days ago
8

















































